Peduli Guru Ngaji di KBB, Koperasi Guru Ngaji Mitra Berkah Sediakan Motor Bekas untuk Anggotanya
Profesi guru ngaji hingga saat ini kerap dipandang sebelah mata. Namun, Koperasi Guru Ngaji Mitra Berkah di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, KBB tetap eksis hingga sekarang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Profesi guru ngaji hingga saat ini kerap dipandang sebelah mata. Padahal, mereka merupakan salah satu elemen terpenting untuk melahirkan generasi KBB yang religius.
Kendati dihadapkan dengan sejumlah kendala, para guru ngaji khususnya di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap konsisten menyebarkan ilmunya.
Salah satunya seperti yang dilakukan para guru ngaji yang terhimpun dalam Koperasi Guru Ngaji Mitra Berkah di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sebagai bentuk kepedulian terhadap guru ngaji yang ada di KBB, lembaga koperasi yang bernaung di bawah Lembaga Cerdas Al Quran, Yayasan Al Kalam ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya yang notabene berprofesi sebagai guru ngaji.
"Kita ingin terus peduli terhadap guru ngaji terkait tadi yang disampaikan bahwa guru ngaji itu kebutuhan kuotanya belum terpenuhi, sehingga terbentuk guru ngaji awalnya," kata Ketua Koperasi Guru Ngaji Mitra Berkah Yana Herliana saat ditemui, Jumat 9 September 2022.
Ia menjelaskan, pihaknya memberikan solusi bagi para guru ngaji yang mengajar dan tidak memiliki kendaraan bermotor.
"Oleh karenanya, koperasi ini juga menyediakan motor, namun dengan kondisi second atau bekas," jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, para guru ngaji ini juga membutuhkan Smartphone dengan tipe Android untuk kebutuhan mengajar.
"Karena setiap santri itu harus mengunduh aplikasi supaya bisa dipantau oleh admin di Lembaga Cerdas Al Quran," ujarnya.
"Pada dasarnya, Koperasi Guru Ngaji ini dibentuk karena adanya Lembaga Cerdas Al Quran, Yayasan Al Kalam," sambungnya.
Ia menyebut, berdasarkan data di lapangan ada lima kecamatan yang sudah terhimpun dengan Koperasi Guru Ngaji Mitra Berkah.
"Kami data dan di dalamnya betul-betul banyak masyarakat yang membutuhkan pendidikan baca Al Quran dan masih belum bisa sekitar 30 persen. Bahkan, untuk kepemilikan Al Quran pun masih minim," sebutnya.
Sehingga, sambung dia, dengan hadirnya Koperasi Guru Ngaji ini diharapkan benar-benar bisa memenuhi kebutuhan apa yang diinginkan oleh masyarakat pada umumnya. Khususnya bagi guru ngaji agar tidak tengok kanan-kiri untuk memenuhi kebutuhan di rumahnya.
"Kami berharap Koperasi Guru Ngaji Mitra Berkah ini dapat dirasakan oleh para guru ngaji," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
