Pembangunan Gedung DPRD Masih Belum Rampung, PUTR Ngakunya Masih Banyak Kerjaan

Pembangunan gedung DPRD KBB yang berada di Jalan Raya Padalarang-Cisarua, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah yang hari ini tak kunjung rampung 100 persen.

Pembangunan Gedung DPRD Masih Belum Rampung, PUTR Ngakunya Masih Banyak Kerjaan
Pembangunan gedung DPRD KBB yang menelan Rp142 miliar hingga kini belum rampung.

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai kembali mencuat ke permukaan.Salah satunya terkait dengan pembangunan gedung baru DPRD. 

Pembangunan gedung DPRD KBB yang berada di Jalan Raya Padalarang-Cisarua, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah yang hari ini tak kunjung rampung 100 persen.

"Tahun 2023 ini kita alokasikan anggaran sebesar Rp22,5 miliar yang akan digunakan untuk video wall ruang paripurna, pemagaran, areal parkir, dan furniture ruang paripurna," sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Mochamad Ridwan kepada wartawan, Selasa 11 April 2023 sore.

"Selanjutnya, Rp 4,5 miliar digunakan untuk interior ruang rapat paripurna," sambungnya.

Ia mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dirampungkan, antara lain ruang komisi, ruang rapat Banggar dan ruang anggota.

"Karena masih ada beberapa ruangan yang belum beres sehingga tahun ini gedung baru DPRD KBB belum dapat digunakan," ujarnya. 

"Insya Allah untuk maksimalnya bisa digunakan tahun 2024," ucapnya.

Seperti diketahui, pembangunan gedung baru DPRD KBB menelan anggaran Rp 42 miliar. Kendati demikian, tahun lalu Pemda KBB sempat menunggak hingga Rp 6 miliar kepada pelaksana proyek.

Gedung DPRD KBB itu disebut-sebut menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat dengan  luas bangunan yang mencapai 9.828 meter persegi.

Selain itu, bangunan tersebut terdiri dari lima lantai mengusung konsep gunung dengan bagian atasnya menyerupai kubah Observatorium Bosscha.

Untuk lantai dasar untuk Sekretariat Dewan, lantai 2 digunakan untuk ruang fraksi dan komisi serta dilengkapi ruangan untuk menerima tamu, lantai 3  untuk ruangan anggota, lantai 4 ruangan pimpinan, dan ruang rapat paripurna menggunakan lantai 4 dan 5.

Di gedung baru ini, setiap anggota DPRD yang jumlahnya 50 memiliki ruangan sendiri dengan ukuran 3 kali 6,5 meter.

Karena bentuknya mengusung konsep gunung, maka lantai 1 dan 2  lebih luas, memiliki ukuran 126 kali 18 meter persegi. Sementara lantai 3, 4, dan 5 ukurannya semakin mengecil.

"Ruang paripurna cukup luas dan bisa menampung sampai 200 orang," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti