Pemkot Bandung Hadapi Dampak Pesta Besar, Sampah Meningkat, Fasilitas Umum Rusak

Kota Bandung kembali menghadapi dampak dari rangkaian perayaan besar yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Pemkot Bandung Hadapi Dampak Pesta Besar, Sampah Meningkat, Fasilitas Umum Rusak
Kota Bandung kembali menghadapi dampak dari rangkaian perayaan besar yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

INILAHKORAN.ID - Kota Bandung kembali menghadapi dampak dari rangkaian perayaan besar yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Di tengah suasana euforia warga, Pemkot Bandung mencatat adanya peningkatan volume sampah dan kerusakan fasilitas publik yang cukup signifikan di sejumlah titik kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan lengkap terkait kondisi sampah di lapangan. Namun, dia mengakui adanya kenaikan volume sampah dalam dua hari terakhir.

“Saya masih menunggu laporan soal sampah. Ini agak mengkhawatirkan,” kata Farhan, Senin (25/5/2026).

Dia menyebut, terjadi peningkatan volume sampah sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal. Lonjakan itu, terjadi seiring aktivitas masyarakat yang meningkat pada akhir pekan dan rangkaian perayaan yang berlangsung di sejumlah titik kota.

Menurut Farhan, kondisi di lapangan tidak hanya menyisakan sampah. Tetapi juga situasi ketertiban umum yang perlu ditangani petugas. “Kelihatannya sampah naik dalam 2 hari ini,” ucapnya.

Selain persoalan kebersihan, pihaknya juga mencatat adanya kerusakan pada fasilitas umum khususnya taman kota. Kerusakan tersebut, tersebar di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga selama perayaan.

Hampir seluruh titik taman terdampak, dan membutuhkan perbaikan segera. “Hampir semua titik. Total 35 titik taman rusak,” ujar dia.

Dia menambahkan, kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan berlangsung. Namun demikian, pemerintah kota tetap harus melakukan pemulihan fasilitas kota.

Meski demikian, Farhan tetap melihat perayaan ini sebagai bagian dari dinamika kehidupan kota. Pihaknya menyebut, adanya keseimbangan antara momen euforia dan tanggung jawab pemulihan setelahnya.

“Tiga hari pesta untuk 362 hari kebahagiaan,” ucapnya.

Dia juga menyebut, perayaan kali ini termasuk yang terbesar dalam tahun berjalan terutama karena berlangsung beruntun dalam dua pekan terakhir. Pemerintah kota, harus siap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kondisi pascaperayaan.

“Kayaknya ini pesta terbesar tahun ini. Dalam 2 minggu berturut-turut, luar biasa kan. Kita sebagai tuan rumah ya bagian beberesnya,” ujar Farhan.

Dia menambahkan, Pemkot Bandung saat ini masih melakukan pembersihan di berbagai titik dan memperbaiki taman-taman yang rusak. Di sisi lain, evaluasi terhadap pengelolaan keramaian dan ketertiban malam hari juga menjadi perhatian mencegah kejadian serupa terulang.***


Editor : JakaPermana