Pemkot Bogor Acungi Jempol Donatur Aktif Turut Entaskan Stunting di Kota Hujan

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi tindakan para donatur dan dermawan yang secara konsisten bergerak di bidang pengentasan stunting di Kota Bogor

Pemkot Bogor Acungi Jempol Donatur Aktif Turut Entaskan Stunting di Kota Hujan
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau anak-anak di Jalan Suryakencana No 93, Kelurahan Babakan Pasar, Selasa (30/6/2026). (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi tindakan para donatur dan dermawan yang secara konsisten bergerak di bidang pengentasan stunting di Kota Bogor. 

Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kota Bogor itu mengatakan, penanganan stunting di Kota Bogor itu tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan butuh keterlibatan aktif semua pihak. 

​"Siang ini saya berada di yayasan HBLM (Harapan Bangsa Lentera Mandiri), setelah kami tracking, yayasan ini sudah lama berkiprah memberikan bantuan kepada balita dan anak-anak di sekitar wilayah Bogor Tengah secara konsisten setiap bulan," kata Jenal di Jalan Suryakencana No 93, Kelurahan Babakan Pasar, Selasa (30/6/2026). 

​Dia menjelaskan, penanganan stunting merupakan instruksi langsung dari presiden. Kota Bogor ditargetkan bebas dari stunting dan kemiskinan.  Jenal menambahkan, selain faktor gizi seimbang, sanitasi lingkungan, dan air bersih, faktor penentu yang paling tinggi indikatornya yakni pola asuh orang tua. 

Dalam acara tersebut juga ada penyerahan sertifikat penghargaan kepada yayasan HBLM dalam mempercepat penurunan dan pencegahan stunting di wilayah Kelurahan Babakan Pasar.

​Sementara itu, Lurah Babakan Pasar Kartini Wulandari menjelaskan kegiatan diisi dengan edukasi berupa talk show bertema 'Pentingnya Pengasuhan dan Nutrisi Tepat Menuju Generasi Emas Tahun 2045' yang menghadirkan narasumber Catharina Nidya Putri sebagai Psikolog Klinis Dinas Kesehatan Kota Bogor. 

​Dia menerangkan, berkat kerja keras kader dan seluruh tim angka stunting di Kelurahan Babakan Pasar mengalami penurunan drastis. Berdasarkan data awal, angka stunting atau rawan stunting sempat mencapai 49 anak, lalu turun ke angka 13, dan berdasarkan penimbangan terakhir per Februari 2026, kini menyisakan 9 anak. 


Editor : Doni Ramdhani