Pemkot Cimahi Bakal Turunkan Alat Berat untuk Tangani Longsor di Kampung Cireundeu
Banjir bandang yang menerjang permukiman warga di Kampung Cireundeu RW10, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan pada Jumat 7 Maret 2025 disorot Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Banjir bandang yang menerjang permukiman warga di Kampung Cireundeu RW10, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan pada Jumat 7 Maret 2025 disorot Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi.
Pasalnya, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan BPBD Kota Cimahi mencatat, setidaknya sebanyak 8 rumah yang berisi 12 kepala keluarga (KK) atau 32 jiwa terdampak usai rumah mereka mengalami rusak parah.
Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cimahi membuat tembok penahan tanah atau TPT ambrol dan memicu terjadinya banjir bandang yang merendam permukiman warga di Kampung Cireundeu RW10.
"Fungsi drainase yang sudah tidak optimal memicu luapan air yang tidak hanya mengalir deras ke RW10 tapi juga ke RW09," kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira.
Oleh karena itu, pihaknya bakal menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan mengantisipasi potensi banjir susulan.
"Takutnya hujan turun lagi, kalau TPT belum dibereskan, bisa terjadi banjir lagi ke bawah," katanya.
"Jadi Pemkot Cimahi telah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mendatangkan alat berat," sambungnya.
Tak cuma itu, sebut Adhitia, bantuan darurat berupa peralatan tidur, selimut, pakaian, kelengkapan bayi, dan sembako telah disalurkan kepada warga terdampak.
Sementara untuk rumah yang mengalami kerusakan, pemerintah bakal melakukan pendataan lebih lanjut melalui BPBD untuk menghitung jumlah kerugian yang ditimbulkan.
"Setelah itu, kita akan tentukan tindak lanjut untuk rumah-rumah yang terdampak," ujarnya.
Saat ini, sebut Adhitia, fokus utama penanganan longsor ini adalah TPT yang ambrol agar tidak memperparah kondisi lingkungan.
"Harus selesai dalam satu atau dua hari ini. Semoga tidak ada hujan dengan intensitas tinggi selama proses pembersihan," ujarnya.
Selain itu, tambah Adhitia, dirinya juga menginstruksikan aparat wilayah, seperti camat, lurah, serta ketua RT dan RW, untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi TPT lainnya yang berisiko mengalami kerusakan serupa. ***
Editor : JakaPermana
