Polisi Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Dayeuhkolot Bandung

Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, meninjau serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,  Minggu 9 Maret 2025. 

Polisi Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Dayeuhkolot Bandung
Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, meninjau serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,  Minggu 9 Maret 2025. 

INILAHKORAN, Soreang - Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, meninjau serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,  Minggu 9 Maret 2025. 

Banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya aliran sungai dan merendam permukiman warga serta ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. 
Kondisi tersebut membuat jalur tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Adapun lokasi terdampak meliputi Kampung Babakan Leuwi Bandung RW 14, Kampung Lamajang Peuntas RW 16, Kampung Lamajang RW 07, dan Bojong Asih RW 05. 

Kehadiran jajaran Polresta Bandung dilokasi bencana banjir, untuk memastikan keselamatan masyarakat serta memantau langsung dampak bencana yang terjadi. Warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman dan lancar, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar warga di pengungsian dapat terpenuhi,” kata Aldi.

Polresta Bandung bersama unsur terkait terus bersiaga dan berkoordinasi guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan serta membantu percepatan pemulihan pasca-banjir di wilayah terdampak.

Sementara itu berdasarkan pantauan, genangan air akibat luapan Sungai Citarum ini masih terjadi. Ketinggian air mulai dari 60 sentimeter hingga 2 meter masih merendam ribuan pemukiman warga, salah satu di Kampung Bojongasih Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, sebagian besar warga di kampung ini telah mengungsi kebeberapa titik pengungsian yang disediakan oleh pemerintah dan para relawan kebencanaan.

"Air di rumah kami masih tinggi, yah kalau di depan jalan sekitar 60-70 senti meter, tapj kalau di dalam gang-gang yang dekat dengan Citarumnya ketinggian air masih sekitar 2 meter mah ada," kata Andri (37) salah seorang warga Bojongasih.

Genangan air juga masih terlihat merendam sebagian besar rumah-rumah warga di Kampung Cibolero, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot. Ketinggian air antara 50 senti meter hingga 1,5 meter masih terjadi akibat luapan air dari tanggul Sungai Citarum ditepian kampung tersebut  yang meluap. 

"Sudah beberapa hari ini rumah kami kebanjiran. Sebagian besar warga sudah mengungsi, tapi ada juga yang tetap tinggal di rumah yang ada loteng nya," kata Yuli Yulianti (40) salah seorang warga Kampung Bolero.***


Editor : JakaPermana