Pemkot Cimahi Berencana Tingkatkan Fungsi Puskeswan, Hadirkan Hotel dan Rumah Sakit Hewan
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berencana meningkatkan fungsi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) menjadi lebih komprehensif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berencana meningkatkan fungsi Pusat Kesehatan Hewan (puskeswan) menjadi lebih komprehensif.
wakil wali kota cimahi, Adhitia Yudisthira, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk mengembangkan Puskeswan hingga memiliki fasilitas seperti hotel hewan dan rumah sakit hewan.
"Kami melihat adanya potensi ekonomi yang besar dari tren memelihara hewan peliharaan. Secara nasional, perputaran ekonominya mencapai Rp36 triliun. Cimahi harus bisa memanfaatkan peluang ini," ujar Adhitia belum lama ini.
Adhitia menekankan pentingnya keberadaan Puskeswan sebagai garda terdepan dalam pencegahan penyakit rabies di Kota Cimahi.
Menurutnya, Pemkot Cimahi sendiri memiliki komitmen untuk mempertahankan status zero kasus rabies yang telah diraih sejak tahun 1996.
"Ini adalah prestasi yang harus kita pertahankan. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam pencegahan penyakit rabies," imbuhnya.
Dia mengingatkan bahwa rabies merupakan penyakit menular dan mematikan. Oleh karena itu, Adhitia mendorong masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk segera melakukan vaksinasi.
"Rabies adalah penyakit yang mematikan dan dapat dicegah. Namun, hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah tertentu," ujarnya.
Adhitia menambahkan, setiap tahunnya ribuan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menjadi korban rabies akibat gigitan hewan yang terinfeksi.
Ia menilai fakta tersebut harus menjadi perhatian untuk ditanggulangi bersama dengan tindakan nyata.
"Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk mendukung program vaksinasi hewan peliharaan, memberikan edukasi tentang pencegahan rabies, serta melibatkan masyarakat dalam kampanye kesadaran," pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

