Pemkot Tasik Siapkan 3 Lokasi untuk PKL Dadaha
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tasikmalaya- Penataan kawasan olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, tidak hanya menyasar penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga menyiapkan solusi bagi pedagang yang terdampak.
Kepala UPTD Dadaha, Dadang Ismail, mengatakan pemerintah telah menyiapkan tiga titik yang menjadi alternatif lokasi bagi pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan jogging track.
“Tiga titik itu, yang pertama di samping GOR Sukapura, kedua di shelter, dan ketiga di jalur TK Alphabet ke Hotel Metro. Itu solusi yang mereka pertanyakan,” kata Dadang, Senin, (31/8).
Menurutnya, penempatan pedagang nantinya tidak dapat dilakukan secara keseluruhan.
Sebab, berdasarkan pendataan terdapat sekitar 179 pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.
Pemerintah akan melakukan penyaringan berdasarkan sejumlah kriteria untuk menentukan pedagang yang menjadi prioritas mendapatkan fasilitas lokasi berjualan.
“Mana yang beraktivitas memang mereka itu berdagang dari Senin sampai Jumat, kita anggap itu sebagai mereka yang bermata pencaharian memang itu,” ujarnya.
Sementara pedagang yang hanya berjualan pada hari tertentu, terutama Minggu, akan dikategorikan sebagai pedagang musiman. Penanganannya akan dibedakan dengan pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berdagang setiap hari.
Dadang menyebut sedikitnya terdapat empat kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penataan. Yakni pedagang yang beraktivitas setiap hari, warga lokal, warga Kota Tasikmalaya, serta pedagang yang sudah lama berjualan di kawasan tersebut.
Data tersebut, kata dia, diperoleh melalui koordinasi dengan petugas keamanan yang mengetahui aktivitas pedagang di lapangan, kemudian disinkronkan dengan data dari paguyuban pedagang.
“Karena kita memprioritaskan yang empat itu tadi.
Kalau ditambah pedagang hari Minggu, masih banyak tempat.
Mungkin di jalan baru, car free day,” katanya.
Dadang menegaskan, penataan kawasan Dadaha dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama kawasan tersebut sebagai ruang olahraga dan ruang publik.
“Pada intinya tim penataan ini mengembalikan tempat kepada fungsinya. Jogging track buat olahraga, trotoar untuk pejalan kaki, bahu jalan untuk parkir,” ujarnya.(nunung nurohman)
Editor : inilahkoran
