PMI Asal Cirebon Sakit Parah di Mesir: Asa di Ujung Doa

PMI Asal Cirebon Sakit Parah di Mesir: Asa di Ujung Doa
DESAK: Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Mae Azhar, mendesak Pemkab Cirebon membantu pemulangan Nunung Yulianti, PMI asal Pasaleman yang kini terbaring sakit parah di Kairo, Mesir.

Nunung Yulianti berada ribuan kilometer dari tanah kelahirannya, terbaring tak berdaya di Kairo, Mesir. Pihak keluarga hanya bisa terus berdoa sembari menjaga hidupnya asa.

Oleh : Maman Suharman

Alih-alih merajut mimpi memperbaiki ekonomi keluarga melalui gelarnya sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), Nunung (42) justru terperangkap dalam jerat nestapa.

Ia dikabarkan jatuh sakit parah, bahkan kondisinya kian memburuk di tengah dugaan beban kerja yang tak kenal ampun dan tekanan dari pihak majikan.

“Pekerjaannya lumayan berat. Dia bisa bangun pagi buta dan baru selesai kerja dini hari. Gaji yang dijanjikan juga tidak sesuai. Kami khawatir, apalagi kondisi kesehatannya juga terus memburuk,” ujar adik Nunung, Dahri kepada InilahKoran, Senin (31/8).

Yang lebih menyesakkan dada, proses kepulangan Nunung sempat terbentur permintaan tebusan atau ganti rugi oleh majikannya.

Keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mencari solusi agar Nunung dapat segera dipulangkan.

Keluarga sempat merasa berjalan sendiri dalam gulita.

Namun, secercah cahaya kemanusiaan mulai hadir ketika penderitaan Nunung mengetuk pintu kepedulian banyak pihak, termasuk jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon yang turun tangan memberikan pendampingan moril maupun advokasi.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Mae Azhar, mengatakan pihaknya saat ini tengah mendampingi keluarga Nunung agar proses pemulangan ke Indonesia dapat segera dilakukan.

“Kasus Nunung adalah kasus yang kesekian kalinya ditangani oleh PDI Perjuangan.

Sebelum Nunung juga ada warga Astana yang sudah kita tangani. Ini tentu jadi catatan penting bahwa kasus PMI nonprosedural ini masih banyak,” ujar Mae Azhar, Senin 31 Agustus 2026.

Menurut Azhar, kondisi kesehatan Nunung mengalami penurunan. Cedera lama pada bagian tulang ekor yang pernah dialaminya saat masih berada di Indonesia disebut kembali kambuh saat Nunung masih harus menjalani pekerjaan dengan beban cukup berat.

Azhar mengatakan persoalan tersebut menjadi lebih rumit karena keberangkatan Nunung ke Mesir diduga dilakukan melalui jalur nonprosedural.

Menurutnya, Nunung sebelumnya telah tiga kali bekerja sebagai PMI. Namun, pada keberangkatannya ke Mesir kali ini, Nunung disebut tidak melalui perusahaan penempatan pekerja migran.

“Persoalan menjadi semakin pelik setelah diketahui bahwa keberangkatan Nunung ke Mesir diduga dilakukan melalui jalur nonprosedural.

Nunung sebelumnya telah tiga kali bekerja sebagai PMI, namun untuk keberangkatannya ke Mesir, ia tidak melalui perusahaan penempatan,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang diterima PDIP dari keluarga, Nunung disebut bertemu seseorang yang kemudian menjadi perantara keberangkatannya.

Keluarga besar juga disebut tidak mengetahui secara pasti proses keberangkatan Nunung hingga akhirnya bekerja di Mesir.

Azhar menegaskan, persoalan tersebut tidak seharusnya berhenti pada upaya pemulangan.

Pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pemberangkatan secara nonprosedural juga perlu ditelusuri.

“Bagi PDI Perjuangan, persoalan ini tidak boleh berhenti hanya pada upaya memulangkan Nunung. Jika memang terdapat dugaan keberangkatan nonprosedural atau pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kondisi tersebut, maka persoalan ini harus diusut,” tegasnya.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, lanjut Azhar, tengah melakukan kajian dan berencana mendampingi keluarga untuk melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Menurutnya, langkah hukum diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pihak yang diduga terlibat dalam pemberangkatan PMI secara ilegal serta mencegah kasus serupa kembali terjadi. (bsf )


Editor : Inilahkoran