Warisan Lama Menemukan Bahasa Baru
ADAT tak harus selalu diajarkan lewat buku. Di tangan Hesty Tarmizi, Sumbang Duo Baleh menjelma menjadi cerita visual yang dekat dengan generasi muda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Nilai-nilai adat Minangkabau tidak lagi hanya hadir melalui buku dan penjelasan guru di ruang kelas. Kini menjelma menjadi gambar, cerita, komik strip, hingga animasi yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.
Gagasan itulah yang membawa guru Keminangkabauan SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang (UNP), Hesty Tarmizi, meraih Gold Trophy peringkat kedua dalam ajang internasional yang digelar Universiti Utara Malaysia.
Hesty mengembangkan inovasi pembelajaran berjudul Penanaman Nilai-nilai Keminangkabauan dalam Implementasi Sumbang Duo Baleh.
Karya tersebut dipresentasikan dalam ICIED Action Research Competition, bagian dari International Conference on Islamic Education and Development (ICIED) 2026 di Sintok, Kedah, Malaysia, 26 Agustus 2026.
Ajang yang digelar Persatuan Intelektual Muslim Malaysia (PIMM) bersama Universiti Utara Malaysia itu mempertemukan akademisi, guru, peneliti, siswa dan mahasiswa dari Malaysia, Indonesia serta sejumlah negara lainnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Laboratorium Padang (YPPLP) UNP Prof Afdal mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal dapat memiliki ruang di panggung internasional.
“Guru kita, Ibu Hesty Tarmizi, berhasil meraih Gold Trophy urutan kedua dengan karya inovasi pembelajaran Keminangkabauan,” kata Afdal seperti dikutip dari ANTARA, Senin (31/8).
Bagi Hesty, tantangan utamanya bukan sekadar mengajarkan adat. Dia ingin membuat nilai-nilai Keminangkabauan dapat dipahami dengan cara yang lebih akrab bagi siswa yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi.
Sumbang Duo Baleh kemudian menjadi pintu masuknya. Dalam adat Minangkabau, Sumbang Duo Baleh merupakan pedoman etika dan tata krama yang mengatur perilaku serta cara seseorang bersikap.
Kata sumbang merujuk pada sesuatu yang janggal atau kurang pantas menurut norma, sedangkan duo baleh berarti dua belas. Ada 12 bentuk perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma tersebut dan perlu dihindari.
Nilai-nilai itu kemudian diterjemahkan Hesty ke dalam sebuah tokoh perempuan bernama Karimah. Tokoh tersebut hadir dalam komik strip dan animasi sebagai sosok yang diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda Minangkabau.
“Karimah diharapkan menjadi panutan generasi Islam di Minangkabau yang memiliki akhlakul karimah atau perilaku mulia dan terpuji sesuai ajaran Islam,” jelas Hesty. (gin)
Editor : Inilahkoran

