270 Siswa Menjemput Harapan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Lebak - Gedung baru Sekolah Rakyat di Panggarangan mulai dipenuhi siswa dan orang tua. Belum seluruh bagian bangunan benar-benar rampung, tetapi suasana belajar sudah mulai terasa.
Sebanyak 270 siswa mengikuti pra masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di gedung permanen yang berdiri di atas lahan seluas 8,8 hektare tersebut.
Bagi sebagian orang tua, kedatangan ke sekolah bukan sekadar melihat bangunan baru. Ada harapan yang ikut dibawa: pendidikan anak menjadi jalan untuk membuka kehidupan yang lebih baik.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Lela Gifty Cleria mengatakan penyelesaian gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 98 persen. Sejumlah bagian masih dalam tahap finishing.
Orang tua siswa pun mulai datang untuk melihat langsung pelaksanaan pra-MPLS sekaligus mengenal lingkungan sekolah tempat anak-anak mereka akan belajar.
“Mungkin besar proses kegiatan MPLS bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dilaksanakan pertengahan September 2026,” kata Lela seperti dikutip dari ANTARA, Senin (31/8).
Sekolah Rakyat Panggarangan tahun ajaran 2026/2027 dihuni 270 siswa. Sebanyak 30 siswa berada di jenjang SD, sementara masing-masing 120 siswa menempuh pendidikan SMP dan SMA.
Sebelum mengikuti pendidikan, seluruh siswa telah menjalani pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan melibatkan tenaga medis Puskesmas Panggarangan.
Gedung permanen tersebut nantinya dapat menampung hingga sekitar 1.000 siswa. Fasilitas yang tersedia pun dirancang bukan hanya untuk kegiatan belajar mengajar.
Ada ruang kelas, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah hingga lapangan olahraga. Dengan fasilitas tersebut, siswa tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga memiliki ruang untuk tinggal, beraktivitas dan mengembangkan diri.
Para siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pada tahun ajaran sebelumnya, 2025/2026, sebanyak 200 siswa telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut.
Lela berharap keberadaan sekolah dengan fasilitas yang lebih lengkap itu dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Kami berharap ke depan peserta didik Sekolah Rakyat dapat memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran

