Ketika Langkah Belum Jauh Menyeberang

SUASANA peresmian Jembatan Gantung Pongpet berubah tegang. Jembatan mendadak miring saat dilintasi warga.

Ketika Langkah Belum Jauh Menyeberang
JEMBATAN RUSAK: Kondisi Jembatan Pongpet Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran setelah rusak saat dilintasi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625 Pangandaran dan pejabat lainnya, Minggu (30/8).

Oleh: Cesar Yudistira

Sorak peresmian belum benar-benar reda ketika warga mulai melangkah melintasi Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Minggu (30/8). 

Jembatan sepanjang sekitar 60 meter itu baru saja diresmikan. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran dan sejumlah pejabat lainnya turut berada di atas jembatan.

Antusiasme warga pun tinggi. Jembatan yang menjadi akses masyarakat Desa Margacinta sekaligus jalur menuju kawasan Kampung Budaya Margacinta itu segera dipadati pelintas.

Lalu, suasana berubah dalam hitungan detik. Salah satu bagian jembatan tiba-tiba mengalami gangguan. Jembatan miring dan sejumlah orang yang berada di atasnya terjatuh. 

Momen tersebut terekam kamera warga dan kemudian menyebar luas di media sosial. Kepanikan sempat terjadi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama mengatakan aparat langsung bergerak mengamankan lokasi setelah kejadian.

“Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujarnya, Senin (31/8). 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.10 WIB, sesaat setelah rangkaian seremoni peresmian selesai. Rombongan pejabat dan masyarakat saat itu tengah melintasi jembatan yang baru saja dinyatakan selesai dan dapat digunakan.

Jembatan Gantung Pongpet dibangun sebagai akses penghubung bagi masyarakat Desa Margacinta dan menuju Kampung Budaya Margacinta. Konstruksinya menggunakan tali baja dan lantai papan kayu dengan panjang sekitar 60 meter.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan inisiatif Kodim 0625/Pangandaran bersama Yonif TP Pangandaran untuk membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat. Namun, beberapa saat setelah digunakan, jembatan tersebut harus kembali ditutup.

Aparat gabungan mengamankan lokasi dan menghentikan sementara aktivitas di atas jembatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah warga melintas sebelum pemeriksaan dan perbaikan konstruksi dilakukan.

Pada awal kejadian, video yang beredar di media sosial menggambarkan seolah-olah jembatan tersebut ambruk. Namun, TNI Angkatan Darat kemudian memberikan klarifikasi mengenai kondisi sebenarnya.

Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) memastikan struktur utama Jembatan Gantung Pongpet tidak mengalami keruntuhan total.

Menurut Dispenad, insiden dipicu terlepasnya salah satu tali sling pada sisi kiri jembatan dari sistem pengikat utama. Kondisi tersebut menyebabkan jembatan mengalami kemiringan, sementara struktur utama tetap berada pada posisinya.

“Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” tulis Dispenad dalam keterangan yang diterima Senin (31/8).

Persoalan lain muncul dari jumlah orang yang berada di atas jembatan saat kejadian. Jembatan tersebut dirancang dengan kapasitas maksimal sekitar 50 orang. Namun, setelah prosesi peresmian, antusiasme warga membuat jumlah pelintas melebihi batas yang telah ditentukan.

Kodim 0625/Pangandaran sebelumnya disebut telah memasang papan pemberitahuan mengenai kapasitas jembatan dan ketentuan penggunaannya. Sosialisasi juga telah dilakukan kepada masyarakat sebelum jembatan digunakan.

“Sebelum digunakan, Kodim 0625/Pangandaran juga telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan membuat papan pemberitahuan di sisi jembatan mengenai kapasitas dan ketentuan penggunaannya. Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan,” tulis Dispenad.

Meski demikian, penyebab pasti terlepasnya tali sling masih harus dipastikan melalui pemeriksaan teknis. Dugaan kelebihan beban akibat banyaknya orang yang melintas secara bersamaan belum dapat menjadi kesimpulan akhir.

Untuk sementara, jembatan ditutup. Kodim 0625/Pangandaran melakukan evaluasi terhadap konstruksi jembatan sebelum akses tersebut kembali dibuka. Pemeriksaan mencakup kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, hingga kapasitas maksimal jembatan. (gin) 


Editor : Inilahkoran