PERSIB 1 - 0 MANILA DIGGER: PERALTA SANG PEMBEDA

SONTEKAN indah Mariano Peralta di pengujung laga memastikan langkah Persib Bandung ke fase grup kompetisi kasta dua Asia.

PERSIB 1 - 0 MANILA DIGGER: PERALTA SANG PEMBEDA

Oleh: Muhammad Ginanjar

Maung Bandung dibuat frustrasi saat meladeni Manila Digger dalam playoff AFC Champions League (ACL) Two di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (31/8) malam WIB. Berkali-kali menciptakan peluang, berkali-kali pula gagal memecah kebuntuan.

Suasana 'sunyi' seantero Stadion tanpa kehadiran Bobotoh seperti menambah beban berat di pundak pasukan Igor Tolic. Tak terkecuali Peralta, yang tampak harus bersabar dalam membongkar kokohnya lini pertahanan Manila Digger.

Tim tamu memang memainkan strategi pertahanan brendel yang mempersempit ruang gerak para penyerang Persib. Peralta yang memainkan peran sebagai winger kiri melakukan segala cara untuk merangsek ke area penalti Manila Digger.

Eks penyerang Borneo FC itu berlari menjemput bola, melebarkan ruang, bahkan sempat melakukan solo run menawan melewati kepungan tiga pemain lawan. Namun penyelesaian akhir yang terburu-buru ditambah ketangguhan kiper Omar Njie membuat setiap upaya berujung sia-sia.

Waktu terus bergulir. Memasuki babak kedua, kecemasan mulai merayap di benak jutaan Bobotoh yang menyaksikan dari layar kaca. Persib terus mendesak, tetapi jala gawang Manila Digger tak kunjung bergetar.

Di pinggir lapangan, pergantian pemain dilakukan demi menghidupkan kreativitas serangan. Beckham Putra, Thom Haye, hingga Berguinho dimainkan untuk menambah daya gedor lini serang tuan rumah.

Ketika pertandingan seolah akan berakhir dengan kekecewaan dan berlanjut ke babak tambahan, momen magis itu akhirnya tiba pada menit ke-89. Sebuah skema serangan rapi terbangun.

Berguinho memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah kotak penalti. Di sana, Peralta lolos dari kawalan di sisi kiri.

Waktu seolah melambat bagi sang penyerang bernomor punggung 10 tersebut. Dengan ketenangan luar biasa, Peralta menyambut bola  dengan sepakan mendatar kaki kiri yang meluncur indah ke pojok gawang tanpa mampu dihalau Omar Njie.

Peralta berlari melakukan selebrasi di tengah keheningan stadion. Dia tampak emosional menunjuk lambang Persib di jersey kebesaran sebelum mendapat pelukan hangat dari para pemain lain.

"Hari ini merupakan pertandingan yang sulit. Kami sebenarnya bisa mencetak gol lebih awal, tetapi yang paling penting bagi kami, saya beruntung bisa mencetak gol dan membantu tim meraih kemenangan," ungkap Peralta dalam sesi jumpa pers bersama wartawan usai laga.

Peralta benar. Maung Bandung memang harus mati-matian menaklukkan Manila Digger. Persib yang mencatatkan 57 persen penguasaan bola dipaksa bekerja keras membongkar sistem pertahanan lawan.

Di sisi lain, Manila Digger mampu tampil efektif dalam melancarkan skema serangan balik dan berhasil mencatatkan enam tembakan ke gawang Teja Paku Alam meski gagal berbuah lesakan.

Selain ketangguhan lini belakang Manila Digger, Persib juga beberapa kali membuang peluang bersih yang seharusnya bisa disempurnakan menjadi gol. Tercatat, skuat besutan Igor Tolic membukukan 7 tembakan ke gawang lawan.

"Benar, kami melewatkan beberapa kesempatan emas di awal. Di ruang ganti, pelatih meminta kami untuk lebih tenang dalam melakukan penyelesaian akhir (finishing) dan tetap waspada terhadap serangan balik mereka. Kami tahu satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Kami bermain lebih sabar di babak kedua hingga momen itu akhirnya datang," tegas Peralta.

Pelatih Igor Tolic tak mau mengkritisi kinerja lini depan Persib. Dia memilih menyelamati para pemainnya yang mampu tampil dominan di sepanjang laga.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka tidak memberikan banyak kesempatan kepada lawan. Kami menciptakan beberapa peluang, bermain dengan sabar, dan sebagian besar serangan balik mereka berhasil kami hentikan," ungkapnya.

Grup Neraka Kemenangan melawan Manila Digger mengantarkan Persib lolos ke 'grup neraka' di ajang ACL 2. Maung Bandung sudah ditunggu para raksasa Asia yang tergabung di Grup E.

Peralta dan kawan-kawan bakal bertarung melawan raksasa Korea Selatan FC Seoul, wakil Australia Melbourne Victory serta tim papan atas Vietnam, The Cong-Viettel FC.

Meski begitu, Igor ogah memikirkan terlalu jauh soal peta persaingan di Grup E. Dia memilih fokus menjalani satu persatu pertandingan, termasuk dua laga awal di ajang Super League 2026/2027 menghadapi PSM Makassar dan Persija Jakarta.

"Sebenarnya, kami belum memikirkan hal itu karena pertandingan berikutnya baru pada tanggal 16. Kami masih memiliki dua pertandingan terlebih dahulu," ungkapnya.

Pelatih asal Kroasia ini bakal memberi waktu dua hari kepada para pemainnya untuk menjalani recovery sebelum kembali menggelar sesi latihan resmi.

"Jadi sekarang kami beristirahat hari ini dan besok, kemudian mulai mempersiapkan diri menghadapi Makassar. Setelah itu, kami memiliki pertandingan besar melawan Persija, dan berikutnya adalah Zhejiang," pungkasnya.

Di sisi lain, pelatih Manila Digger Juan Esteva mengakui timnya masih kalah kualitas dari Persib. Namun, dia bangga para pemain mampu memberikan perlawanan terbaik.

"Kami sedih karena kami mampu bersaing melawan tim hebat hingga akhir pertandingan. Tentu saja, di beberapa momen kami cukup kesulitan karena kualitas lawan. Namun, di beberapa momen kami juga mampu mengontrol pertandingan," lugasnya. (bsf) 


Editor : Inilahkoran