Pemprov Andalkan 18 Mobil Pembuat Beton: Jalan Dipercepat Akses Diperkuat

JABAR mengandalkan 18 unit mobile batching plant untuk mempercepat pembangunan jalan beton. Teknologi ini memudahkan pengecoran di wilayah terpencil.

Pemprov Andalkan 18 Mobil Pembuat Beton: Jalan Dipercepat Akses Diperkuat
JALAN BETON: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengandalkan 18 unit mobile batching plant, untuk mempercepat pembangunan jalan beton, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut beton konvensional. Teknologi ini memungkinkan proses produksi beton dilakukan langsung di lokasi proyek.(Foto ILUSTRASI)

Oleh : Yuliantono

Membangun jalan beton di wilayah terpencil bukan perkara mudah. Jalan sempit, medan sulit, hingga jauhnya lokasi proyek dari pabrik beton kerap menjadi hambatan dalam distribusi material.

Guna mengatasi kendala itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengandalkan 18 unit mobile batching plant yang memungkinkan beton diproduksi langsung di lokasi pembangunan.

Teknologi tersebut membuat proses pengecoran tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan beton dari pabrik. Bahan baku dibawa dan diolah menggunakan kendaraan khusus, kemudian dicampur hingga siap dituangkan ke titik pembangunan jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat Agung Wahyudi mengatakan, armada ini dirancang untuk mengintegrasikan sejumlah tahapan produksi beton dalam satu kendaraan. Mulai dari pengambilan bahan baku, penimbangan, pengadukan, hingga pengangkutan beton dapat dilakukan dalam satu rangkaian kerja.

Menurut Agung, desain kendaraan yang ringkas dan sistem penggerak yang tangguh membuatnya cocok digunakan di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut beton berukuran besar.

"Dengan desain yang kompak dan sistem penggerak roda yang tangguh, membuatnya sangat andal untuk proyek di medan yang sulit, jalan sempit, atau lokasi terpencil yang tidak terjangkau oleh truk molen besar," ujar Agung dalam keterangannya, Senin (12/10).

Dari sisi operasional, mobile batching plant dapat dijalankan oleh satu operator dari kabin kendaraan. Bagian depannya dilengkapi sekop besar untuk mengambil pasir, kerikil, dan semen tanpa memerlukan bantuan alat berat tambahan seperti wheel loader.

Material yang terkumpul kemudian ditimbang menggunakan sistem digital berbasis sensor. Tahap ini bertujuan memastikan komposisi bahan sesuai dengan formula mutu beton yang dibutuhkan sekaligus mengurangi risiko kesalahan takaran.

Setelah takaran bahan terpenuhi, seluruh material dicampur dengan air dari tangki terintegrasi di dalam drum pengaduk. Proses tersebut menghasilkan beton yang siap dibawa menuju titik pengecoran. Bahkan, pengadukan dapat berlangsung ketika kendaraan bergerak menuju lokasi pekerjaan.

"Proses pengadukan material dapat dilakukan di jalan sembari unit bergerak menuju lokasi pengecoran. Hal ini memangkas waktu tunggu pengiriman beton dari batching plant eksternal," ucap Agung.

Dengan mekanisme tersebut, pekerjaan pengecoran dapat berlangsung lebih fleksibel. Petugas tidak harus menunggu pasokan beton dari fasilitas produksi yang berjarak jauh, terutama ketika proyek berada di kawasan dengan akses distribusi terbatas. (gin)


Editor : Inilahkoran