Pemprov Jabar Perbanyak Program Padat Karya Guna Pulihkan Ekonomi Pascakericuhan Unjuk Rasa

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar sepakat merealokasi lagi APBD 2025, untuk memulihkan ekonomi pascakericuhan unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir.

Pemprov Jabar Perbanyak Program Padat Karya Guna Pulihkan Ekonomi Pascakericuhan Unjuk Rasa
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar sepakat merealokasi lagi APBD 2025, untuk memulihkan ekonomi pascakericuhan unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar sepakat merealokasi lagi APBD 2025, untuk memulihkan ekonomi pascakericuhan unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, unjuk rasa yang anarkis membuat pihaknya harus mengalokasikan anggaran untuk perbaikan gedung dan kendaraan yang dirusak massa. Sisi lain, masyarakat bawah juga membutuhkan program yang tepat sasaran agar roda ekonomi kembali berputar. 

"Jadi yang di pikiran saya itu kalau politiknya mungkin dalam minggu ini sudah selesai. Tetapi ekonomi yang ditimbulkan itu akan panjang. Nah, kita ini bagaimana agar tidak panjang ekonominya, rakyat harus banyak kegiatan," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 1 September 2025.

Dia menghitung realokasi anggaran kali ini diperkirakan bisa terkoreksi dj Rp150 miliar. Anggaran tersebut salah satunya akan dialokasikan untuk melindungi iuran BPJS Ketenagakerjaan ojek online, pemulung, petani hingga asisten rumah tangga.

“Saya yakin itu bisa terpenuhi, saya sudah minta Kepala Bappeda hari ini mengkoreksi untuk BPJS Ketenagakerjaan, tinggal bayar,” ucapnya.

Sementara untuk perbaikan gedung dan lainnya akan diperbaiki melalui skema realokasi anggaran, salah satunya dari perjalanan dinas anggota DPRD Provinsi Jabar yang kini dikurangi untuk luar provinsi dan menghilangkan perjalanan luar negeri.

Menurutnya perusakan fasilitas umum maupun tempat usaha, telah mengancam warga kehilangan pekerjaan, karena itu pihaknya juga sudah bersepakat dengan para bupati wali kota untuk menyiapkan program recovery.

“Saya juga nanti akan nyiapin stimulus-stimulus untuk agar masyarakat Jawa Barat tenang dan itu bukan hanya provinsi, kabupaten, kota tadi pagi sudah sepakat untuk segera mendorong upaya-upaya melakukan recovery ekonomi,” kata dia.

Rencananya pihaknya akan segera menggenjot program padat karya yang meliputi perbaikan infrastruktur jalan, hingga sekolah.

“Padat karya kita perbanyak, terus kemudian proyek-proyek infrastruktur harus dijalankan, itu kan nyerap orang kerja. Kalau pada akhirnya dari sekian banyak, orang tidak mau kerja karena malas misalnya, itu bukan salah pemerintah,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana