Pemprov Jabar Siapkan Desa Bahasa Asing Mulai November 2026
Pemprov Jabar menyiapkan desa bahasa asing mulai November 2026 untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja dan membuka peluang kerja ke luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program Desa Bahasa Asing yang akan mulai berjalan pada November 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja, terutama masyarakat yang ingin mengakses peluang kerja di luar negeri.
Program tersebut direncanakan menjangkau empat desa di setiap kecamatan. Bahasa yang akan diajarkan meliputi Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab, dengan tenaga pengajar yang disiapkan oleh Pemprov Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting untuk memperbesar peluang masyarakat diterima bekerja.
“Kami buat desa bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Nanti pengajar disiapkan dari Pemprov Jabar,” kata Dedi Mulyadi di Karawang International Industrial City (KIIC), Jumat (9/10/2026).
Peningkatan keterampilan melalui program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja, termasuk kesempatan bekerja di tingkat internasional.
Pemprov Jabar Buka 1.112 Lowongan Kerja
Selain menyiapkan program desa bahasa asing, Pemprov Jabar kembali menggelar bursa kerja daring melalui akun TikTok Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial.
Dalam bursa kerja tersebut, tersedia 1.112 lowongan dari 28 perusahaan. Sejumlah posisi yang ditawarkan antara lain operator dan staf gudang di PT Everpro Indonesia Technologies, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kabel serat optik.
Pelamar untuk posisi tersebut harus berusia 18 hingga 35 tahun.
Selain itu, PT Mitra Utama Madani membuka lowongan untuk posisi account officer dengan kisaran gaji Rp5 juta hingga Rp6 juta. Tanggung jawab pekerjaan tersebut meliputi sosialisasi produk, persiapan pembiayaan, serta pertemuan kelompok mingguan.
Bursa kerja daring ini menjadi salah satu langkah Pemprov Jabar untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Calon Pekerja Migran Diminta Mengantongi Rekomendasi Disnaker
Di sisi lain, Pemprov Jabar juga memperkuat perlindungan bagi warga yang hendak bekerja ke luar negeri. Dedi Mulyadi mensyaratkan calon pekerja migran Indonesia memperoleh rekomendasi dari dinas tenaga kerja setempat untuk mencegah keberangkatan melalui jalur ilegal.
Sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Indramayu, Karawang, dan Subang, dikenal sebagai kantong pekerja migran Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengatakan kemampuan bahasa asing memiliki peran penting dalam mendukung pekerja selama berada di negara tujuan.
Menurutnya, kendala komunikasi dapat menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pekerja migran, bahkan berpotensi membuat mereka terpaksa kembali ke Indonesia.
“Keterampilan bahasa asing akan meningkatkan level pekerja Indonesia di luar negeri,” ucap Kim.
Pemprov Jabar berharap program desa bahasa asing dapat memperkuat kesiapan calon tenaga kerja, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperluas peluang warga untuk bersaing di pasar kerja internasional.***
Editor : JakaPermana
