Pemprov Jabar Tancap Gas Jaga Investasi Rp76,8 Triliun, Sapu Bersih Izin Ribet 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak mau lengah menjaga laju investasi di tengah tekanan ekonomi global.

Pemprov Jabar Tancap Gas Jaga Investasi Rp76,8 Triliun, Sapu Bersih Izin Ribet 
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak mau lengah menjaga laju investasi di tengah tekanan ekonomi global. Sepanjang triwulan I/2026, realisasi investasi di Jabar tembus Rp76,8 triliun atau menyumbang 15,4 persen dari total nasional, angka yang menjadi sinyal kuat daya tarik provinsi ini tetap terjaga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan harus diikuti dengan langkah konkret menjaga kepercayaan investor.

“Kalau ada kendala, saya suka mendampingi para pengusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai instansi, termasuk bertemu para menteri untuk membicarakan problem-problem yang ada,” ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).

Dalam strateginya, Dedi mendorong peran aktif pemerintah daerah, tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai problem solver bagi dunia usaha.

Di sektor hilirisasi, Jawa Barat mulai menunjukkan taringnya. Realisasi investasi mencapai Rp13 triliun, menempatkan Jabar di posisi ketiga nasional.

Capaian ini masih berada di bawah Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang unggul berkat dominasi sektor berbasis sumber daya alam. Namun, Jabar tetap unggul atas Nusa Tenggara Barat dan Kepulauan Riau.

Meski porsi hilirisasi nasional masih didominasi luar Jawa hingga 75,5 persen, posisi Jabar sebagai basis industri manufaktur menjadikannya pemain penting dalam rantai nilai industri nasional.

Dedi menegaskan, keberlanjutan investasi di Jawa Barat bergantung pada tiga faktor kunci, yakni infrastruktur yang terkoneksi, keamanan yang terjaga, dan perizinan yang sederhana.

“Harapannya ini salah satunya terus mendorong konektivitas infrastruktur, keamanan, kemudian seluruh perizinan yang tidak boleh ribet,” ucapnya.

Langkah pembenahan pun mulai terlihat. Pemprov Jabar memperketat izin tambang dan pembangunan di kawasan rawan bencana sebagai upaya menata ulang investasi agar lebih tertib dan berkelanjutan.

“Sekarang relatif semakin baik, tingkat pelanggarannya semakin turun, tidak seperti (tahun) pertama,” katanya.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik Kurohman menegaskan, strategi menarik investasi difokuskan pada pembangunan konektivitas wilayah.

“Jawa Barat tetap berkomitmen untuk menarik investasi. Pertama Pak Gubernur memberikan stimulus dengan membangun konektifitas jalan,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jabar menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor, termasuk prioritas bagi investasi yang berpihak pada pelestarian lingkungan.

Sektor pariwisata pun mulai disiapkan sebagai magnet baru investasi, seiring meningkatnya kemantapan infrastruktur di berbagai wilayah.

“Selain itu kemudahan perizinan terus kita berikan,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana