Pemprov Jabar Targetkan Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp270 Triliun

Pemprov Jabar menargetkan target realisasi investasi di 2025 ini mampu menembus Rp270 triliun.

Pemprov Jabar Targetkan Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp270 Triliun
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Nining Yuliastiani optimistis angka itu bisa dicapai meski diakuinya bukan hal mudah. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar menargetkan target realisasi investasi di 2025 ini mampu menembus Rp270 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Nining Yuliastiani optimistis angka itu bisa dicapai meski diakuinya bukan hal mudah.

Keyakinan ini tidak lepas dari catatan realisasi investasi pada 2024 lalu, yang mampu tembus Rp251,1 triliun atau naik 19,2 persen dari 2023, serta prakiraan pertumbuhan ekonomi.

Dimana diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Jabar diproyeksikan sekitar 5,67 persen.

"Mencapai realisasi investasi bukanlah hal yang mudah. Namun, jika kita melihat kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sekitar 5,67 persen, maka berdasarkan perhitungan kami, target investasi tahun ini seharusnya berada di kisaran Rp270 triliun," ujar Nining usai acara Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 15, bertajuk Realisasi Investasi Jabar 2024 dan Prospek Ekonomi dalam Mendukung Investasi Jabar di Tahun 2025, yang digelar di Aula Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 11 Februari 2025.

Dia melanjutkan, setidaknya ada enam sektor yang menjadi fokus utama dalam mengeruk investasi. Antaranya industri suku cadang kendaraan bermotor, sektor informasi dan komunikasi.

Kemudian konstruksi dan kawasan industri, energi baru terbarukan (EBT), Sumber Daya Alam dan pariwisata.

"Industri suku cadang kendaraan bermotor, banyak investor yang sudah memilih Jawa Barat sebagai lokasi investasi. Termasuk pusat data (data center), yang masih menjadi daya tarik utama bagi investor," kata dia.

Belum lagi Kawasan Rebana kata Nining, yang masih memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan dan menjadi wilayah menjanjikan untuk investor.

"Realisasi investasi di kawasan ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan sebelum ditetapkan sebagai kawasan Rebana. Sebagai contoh, di Subang dengan adanya kawasan industri Subang Smartpolitan, sudah ada lima perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang akan masuk," ungkapnya.

Belum lagi di Kabupaten Indramayu, juga telah masuk investasi. Salah satunya di sektor tekstil dan sepatu.

"Sunbrite Taiwan di sektor tekstil dan sepatu, yang rencananya akan mulai beroperasi tahun ini. Di Majalengka, ada Cloth on Cloth, yang akan didirikan di KIEM (Kawasan Industri Ekonomi Majalengka)," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani