Penanganan Sampah Kota Bandung Fokus dari Hulu, Farhan Gandeng Perguruan Tinggi

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memfokuskan, penanganan sampah dari hulu melalui pemilahan dan pengolahan sejak sumbernya.

Penanganan Sampah Kota Bandung Fokus dari Hulu, Farhan Gandeng Perguruan Tinggi
Tumpukan sampah di Kota Bandung yang perlu ditangani melalui pemilahan, dan pengolahan sejak dari sumbernya untuk mengurangi beban TPA. (yogo triastopo)

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memfokuskan, penanganan sampah dari hulu melalui pemilahan dan pengolahan sejak sumbernya. Langkah tersebut, ditempuh guna mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Dia mengatakan, pengendalian sampah harus dimulai sebelum sampah masuk ke sistem pengangkutan dan pembuangan akhir. Karena itu, pengolahan sampah di tingkat wilayah menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi tekanan terhadap TPA.

“Berkaitan dengan persoalan sampah, tugas kami sekarang sepenuhnya difokuskan pada penanganan di hulu,” kata Farhan, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, pengendalian dari sumbernya perlu diperkuat melalui pemilahan dan pengolahan sampah sejak awal. Upaya tersebut juga, didukung program Gaslah yang berperan menangani sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Saat ini, Gaslah mampu menangani paling banyak 70 ton sampah organik per hari. Sementara itu, kapasitas yang dibutuhkan mencapai sekitar 200 ton per hari. Kesenjangan tersebut, mendorong perlunya peningkatan kapasitas pengolahan sampah organik di tingkat wilayah.

“Artinya, kami harus meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah organik. Salah satu upaya yang akan dilakukan, adalah melibatkan perguruan tinggi melalui kegiatan kuliah kerja nyata atau KKN mahasiswa,” ucapnya.

Farhan menjelaskan, pelibatan mahasiswa diharapkan membantu proses pemilahan dan pengolahan sampah sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda), akan mengajak perguruan tinggi berkolaborasi mendukung pelaksanaan program Gaslah.

Uji coba pelibatan mahasiswa dalam penanganan sampah, telah berjalan di Kecamatan Arcamanik. Dia menyebut, hasil pelaksanaan di wilayah itu sangat baik sehingga pola serupa akan diterapkan di sejumlah lokasi lain.

Melalui penguatan pengolahan sampah dari hulu, Farhan berharap kapasitas penanganan sampah organik meningkat dan jumlah sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga, diharapkan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Uji coba sudah berjalan di Arcamanik, dan hasilnya sangat baik. Karena itu, pola yang sama akan direplikasi di beberapa lokasi lainnya,” ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani