Penataan Kali Sukalila Cirebon Dikebut, Pedestrian dan Parkir Bus Jadi Prioritas

Penataan Kali Sukalila Cirebon terus dikebut. Jalur pedestrian dan parkir bus pariwisata diharapkan mendukung perdagangan serta kunjungan wisatawan.

Penataan Kali Sukalila Cirebon Dikebut, Pedestrian dan Parkir Bus Jadi Prioritas
Proyek penataan kawasan Kali Sukalila, Kota Cirebon, masih berlangsung. Pembangunan jalur pedestrian dan fasilitas parkir bus pariwisata diharapkan mampu menunjang kenyamanan wisatawan serta aktivitas usaha di kawasan tersebut

INILAHKORAN– Penataan kawasan Kali Sukalila, Kota Cirebon, terus dikebut. Pekerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian jalur pedestrian dan pembangunan area parkir bus pariwisata yang diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan serta meningkatkan kunjungan wisatawan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (13/10/2026), sejumlah pekerja masih mengerjakan trotoar dan fasilitas parkir. Kedua sarana tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Sukalila agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.

Penataan kawasan tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha di sekitarnya. Pemilik Toko Oleh-oleh DAUD, Daud Mulyanto, menilai perubahan wajah Sukalila berpotensi mendorong perkembangan usaha, khususnya perdagangan oleh-oleh khas Cirebon.

Menurut Daud, kawasan yang semakin tertata membuat lingkungan pertokoan terlihat lebih menarik. Kondisi tersebut juga mendorong para pemilik usaha untuk memperbaiki tampilan tempat usahanya.

“Dengan ditata seperti ini, Sukalila menjadi lebih bagus. Toko juga jadi kelihatan lebih menarik. Saya otomatis menata tokonya lebih bagus,” kata Daud saat ditemui di tempat usahanya, Selasa.

Daud mengaku keberadaan area parkir bus pariwisata menjadi salah satu fasilitas yang paling dinantikannya. Lokasi parkir yang berada di depan tokonya dinilai dapat mempermudah akses rombongan wisatawan yang ingin berbelanja.

Selama ini, ketersediaan lahan parkir menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang kunjungan wisatawan, terutama rombongan yang menggunakan kendaraan berukuran besar.

“Saya sangat bersyukur sekali ada tempat parkir di depan Toko DAUD ini, sangat menunjang sekali untuk pariwisata, bus-bus bisa masuk ke situ,” ujarnya.

Meski menyambut baik pembangunan tersebut, Daud mengingatkan pentingnya kejelasan sistem pengelolaan parkir setelah fasilitas selesai dibangun.

Ia mengaku belum mengetahui mekanisme operasional maupun pihak yang nantinya bertanggung jawab mengelola area parkir bus pariwisata tersebut.

Daud berharap Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan sistem pengelolaan yang profesional, termasuk memastikan tarif parkir diterapkan sesuai ketentuan agar tidak merugikan wisatawan.

“Sebaiknya dikelola pemerintah daerah atau disewakan kepada pihak swasta secara profesional,” katanya.

Selain pengelolaan, Daud meminta pemerintah memperhatikan pemeliharaan dan pengawasan fasilitas yang telah dibangun.

Menurutnya, penataan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Perawatan secara berkala diperlukan agar fasilitas publik tetap berfungsi dan tidak mengalami kerusakan akibat tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Harus ada perawatan, diawasi juga, itu kan ada besi-besi, takutnya ada orang yang iseng untuk mencabuti,” ujarnya.

Daud berharap penataan Kali Sukalila tidak hanya memperbaiki wajah kawasan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha, masyarakat, dan sektor pariwisata Kota Cirebon.

Harapan serupa disampaikan Yanto, warga yang rumahnya berada tepat di seberang Kali Sukalila. Ia menilai penataan kawasan tersebut berpotensi membawa dampak positif bagi warga sekitar.

Menurut Yanto, kondisi Kali Sukalila sebelumnya terkesan tidak terurus dan kumuh. Saat malam hari, kawasan tersebut juga minim penerangan.

“Apalagi menjelang malam, kondisi sekitar gelap gulita. Sekarang situasinya mulai berubah dan bisa menjadi daya tarik tersendiri, minimal untuk warga sekitar,” katanya.***


Editor : JakaPermana