Pengakuan Nanang Gimbal Tersangka Pembunuhan Aktor Sandy Permana, Sebut Punya Dendam Bertahun-tahun

Nanang Gimbal mengaku bahwa aksinya itu dilakukan karena dia telah menaruh dendam selama bertahun-tahun kepada Sandy Permana.

Pengakuan Nanang Gimbal Tersangka Pembunuhan Aktor Sandy Permana, Sebut Punya Dendam Bertahun-tahun
Pengakuan Nanang Gimbal Tersangka Pembunuhan Aktor Sandy Permana, Sebut Punya Dendam Bertahun-tahun

INILAHKORAN - Tetangga aktor Sandy Permana Nanang Irawan alias Nanang Gimbal resmi ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan.

Nanang Gimbal berhasil ditangkap setelah sebelumnya melarikan diri dan bersembunyi di Dusun Poris, Karawang usai membunuh Sandy Permana.

Tak hanya itu, Nanang Gimbal juga mengelabui polisi dengan mencukur rambutnya agar tidak dikenali sebagai pelaku pembunuhan Sandy Permana.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nanang Gimbal mengaku bahwa aksinya itu dilakukan karena dia telah menaruh dendam selama bertahun-tahun kepada Sandy Permana.

Menurut pengakuannya, Sandy Permana kerap menatap dirinya dengan sinis hingga meludahinya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wira Satya Triputra mengatakan dendam tersebut bermula saat 2017. Di mana, Sandy Permana akan menggelar acara hajatan di rumahnya.

Tersangka menyebut konflik bermula ketika Sandy menebang pohon di rumahnya tanpa izin. "Tersangka tidak menegur korban karena ia tahu korban memiliki sifat pemarah," ujar Wira, perwakilan dari pihak kepolisian.

Hubungan bertetangga antara tersangka dan Sandy diketahui memburuk selama bertahun-tahun. Pada 2020, tersangka bahkan memutuskan pindah rumah ke lokasi baru di blok H5, yang masih berada di kawasan yang sama. Namun, konflik antara keduanya kembali memanas.

Perselisihan Memuncak di Rapat RT
Pada Oktober 2024, konflik semakin intens ketika terjadi rapat RT yang membahas pencopotan Ketua RT karena dugaan perselingkuhan. 

Dalam rapat tersebut, Sandy sempat beradu mulut dengan istri Ketua RT. Tersangka kemudian meminta Sandy untuk berbicara tanpa berteriak.

"Namun, korban memelototi tersangka dan mengatakan, 'Lu bukan warga sini, enggak usah ikut-ikutan,'" jelas Wira. Perkataan itu membuat tersangka merasa terhina, meskipun ia memilih diam. Namun, rasa dendam yang sudah terpendam sejak 2017 semakin membara setelah kejadian tersebut.

Tak lama setelah insiden rapat, Sandy menghubungi istri tersangka dan mengancam akan membuat somasi. Meskipun ancaman itu tidak pernah berlanjut, tindakan Sandy membuat tersangka semakin merasa tersudut dan penuh amarah.

Hari Tragis di 12 Januari 2025
Pada hari kejadian, tersangka sedang memperbaiki motornya di depan rumah ketika Sandy melintas. Sandy diduga memandang tersangka dengan sinis dan meludah ke arahnya.

"Tersangka merasa emosi. Ia mengambil pisau dari kandang ayam di samping rumah dan mengejar korban dengan niat melukai serta meluapkan dendam yang terpendam," ungkap Wira.

Dalam insiden itu, Sandy yang sedang mengendarai motor listrik diserang dan ditusuk di beberapa bagian tubuh. Luka-luka yang dideritanya membuat Sandy meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.


Editor : Firda Rachmawati