Pengalaman Tragis Sang Kakak di Sampit, Lihat Sendiri Adiknya Berada di Mulut Buaya
Badaruzaman, pria Teluk Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meregang nyawa diterkam buaya. Kakaknya, Badarudin sempat menjalani pengalaman tragis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Sampit – Badaruzaman, pria Teluk Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meregang nyawa diterkam buaya. Kakaknya, Badarudin sempat menjalani pengalaman tragis.
Badaruzaman akhirnya ditemukan di bawah pohon pisang di pinggir Sungai Parebok, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Tapi, saat ditemukan, dia sudah tak bernyawa lagi.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB di seberang Sungai Parebok, berjarak sekitar 25 meter dari lokasi kejadian, di bawah pohon pisang.
Saat Badaruzaman diterkam buaya, kejadian itu kemudian terdengar oleh warga. Mereka pun berupaya membantu rekan dan tetangganya itu.
Salah satunya adalah Badarudin. Dia merupakan kakak kandung dari korban Badaruzaman.
Badarudin yang mencari korban dengan menggunakan tongkat bambu, sempat menemukan buaya tersebut. Saat itu, dia menemukan buaya itu dengan posisi tubuh adiknya berada di mulut buaya.
Badarudin sempat menangkap kaki korban, namun terlepas. Buaya besar itu menarik tangan korban dan kemudian membawanya kembali ke dalam sungai.
Serangan buaya itu terjadi saat korban mandi di Sungai Parebok yang tidak terlalu lebar. Saat itu korban baru selesai bekerja menghanyutkan buah kelapa yang baru dipanen.
Aktivitas ini sudah sering dilakukan korban. Apalagi rumah korban memang berada di pinggir sungai yang bermuara ke Sungai Mentaya tersebut.
Namun nahas terjadi. Diduga saat mandi, korban tidak menyadari kemunculan buaya yang berukuran besar tersebut. Satwa itu langsung menerkam tubuh korban dan membawanya ke dalam sungai.
BPBD Kotawaringin Timur yang menerima laporan tersebut menurunkan Tim Reaksi Cepat dari Sampit menempuh jarak sekitar 56 kilometer menuju Parebok dan bergabung bersama warga serta tim lainnya.
Sekitar pukul 23.00 WIB, jenazah Badaruzaman ditemukan di bawah pohon pisang dengan luka di beberapa bagian tubuh. Jenazah korban kemudian dibersihkan dan dibawa ke rumah duka. (*)
Editor : Zulfirman
