Penyintas Asal Sempur Ini Berbagi Kisah Hidup Selama 16 Tahun Melawan Kanker

Selama enam belas tahun berjalan, Isnaeni Purnamawati melawan sel kanker di dalam tubuhnya. Warga Kelurahan Sempur itu divonis mengidap kanker sejak 2010 silam.

Penyintas Asal Sempur Ini Berbagi Kisah Hidup Selama 16 Tahun Melawan Kanker
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat bersama para penyintas kanker payudara di Balai Kota Bogor, Senin (19/10/2026). (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Selama enam belas tahun berjalan, Isnaeni Purnamawati melawan sel kanker di dalam tubuhnya. Warga Kelurahan Sempur, Kota Bogor itu divonis mengidap kanker sejak 2010. 

Saat itu, dia menjalani pemeriksaan terkait rahim dengan hasil patologi anatomi (PA) yang menunjukkan kondisi jinak. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2016, wanita yang akrab  disapa Noni itu didiagnosis mengalami kanker ganas pada payudara. 

"Selain itu adanya kelenjar getah bening di bagian ketiak. Pada 2019, muncul benjolan di bagian punggung dan pundak yang menambah perjalanan panjang pengobatan," kata Noni di Balai Kota Bogor, Senin (19/10/2026).

Hingga kini, Nini mengaku telah menjalani tujuh kali operasi. Pada 2026 ini, dia pun kembali menjalani pemeriksaan setelah ditemukan benjolan di area kelenjar getah bening. 

"Hasil pemeriksaan patologi anatomi kali ini menunjukkan kondisi jinak," terangnya.

Noni menjelaskan, meski harus melewati berbagai pemeriksaan, pengobatan, dan operasi, dirinya berusaha menjaga semangat dalam menjalani kesehariannya. 

Noni ingin pengalaman yang dilaluinya menjadi dorongan bagi pasien lain agar tidak kehilangan harapan ketika menghadapi diagnosis kanker.

"Jangan pesimis sayang. Kita divonis kanker ganas, lantas kita langsung terpuruk. Jangan, kita harus semangat. Para pasien agar tidak merasa sendirian atau menjauh dari lingkungan sosial akibat penyakit yang dialami. Menjalani kegiatan yang disukai, berdoa, dan memperoleh dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu menjaga semangat selama menghadapi masa sulit," jelasnya.

Noni mengaku senang bepergian atau melakukan perjalanan. Dirinya menceritakan pernah tetap beraktivitas setelah menjalani operasi payudara ketika masih menggunakan selang drainase. 

Pengalaman tersebut disampaikannya sebagai bagian dari perjalanan pribadi, dengan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisinya saat itu.

"Saya mengajak pasien kanker untuk tetap memiliki harapan dan menjalani pengobatan sesuai arahan tenaga medis. Semangat terus bersama upaya medis dan perhatian terhadap kondisi tubuh masing-masing," tutur Noni.

Noni merupakan salah seorang yang diundang datang ke Balai Kota Bogor dalam peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia. Momentum itu dijadikan Pemkot Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor memberikan dukungan kepada pasien yang masih menjalani pengobatan. 

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan, perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, kasus kanker di Kota Bogor disebut menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun. 

Sejumlah faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker, antara lain faktor genetik, pola hidup tidak sehat, serta penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

"Karena itu, edukasi kesehatan dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai kanker, termasuk langkah pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sejak dini," ungkap Dedie.

Dedie mengingatkan, masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan kanker payudara maupun kanker serviks. Pemeriksaan diperlukan agar kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan medis.

Sementara itu, Ketua YKI Cabang Kota Bogor Yantie Rachim memaparkan,rencana kunjungan kepada enam pasien kanker payudara yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor. 

Kunjungan tersebut bertujuan memberikan semangat, perhatian, dan pendampingan agar para pasien tetap kuat menghadapi proses pengobatan. Menurutnya, dukungan dari keluarga, lingkungan, dan berbagai pihak sangat berarti bagi mereka yang tengah berjuang melawan kanker.

"Kami akan membersamai mereka, memberikan semangat, mendampingi mereka, dan mengatakan bahwa mereka tidak sendiri. Kami dari YKI Kota Bogor akan terus mendampingi perjuangan mereka," tutur Yantie.

Yantie menjelaskan, pendampingan pasien merupakan bagian dari kepedulian YKI Kota Bogor. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan saat peringatan Hari Kanker Sedunia pada Februari lalu. 

"Selain memberikan dukungan kepada pasien, peringatan kali ini menjadi kesempatan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini kanker payudara," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani