Perbaikan Jalan Paving Blok di Karawang Dikeluhkan, Debu Ganggu Aktivitas Warga

Perbaikan jalan paving blok di Jalan Tuparev, Karawang, dikeluhkan warga akibat debu. DPUPR berjanji melakukan penyiraman dan pembersihan jalan.

Perbaikan Jalan Paving Blok di Karawang Dikeluhkan, Debu Ganggu Aktivitas Warga
Perbaikan Jalan Tuparev dengan memakai paving blok dikeluhlan karena banyak debu beterbangan aehingga masyarakat yang melintas sulit bernafas

INILAHKORAN.ID – perbaikan jalan paving blok di Jalan Tuparev, Kabupaten Karawang, dikeluhkan masyarakat karena debu yang beterbangan selama proses pengerjaan. Kondisi tersebut mengganggu pengendara yang melintas hingga aktivitas pemilik toko di sepanjang jalan.

Debu yang beterbangan terlihat dari kejauhan, terutama saat kendaraan melintasi area pengerjaan. Sejumlah warga dan pemilik usaha di sekitar lokasi mengeluhkan kondisi tersebut karena debu masuk ke area toko dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Perbaikan jalan dilakukan setelah kondisi paving blok sebelumnya dinilai tidak memenuhi harapan masyarakat. Permukaan jalan yang tidak rata membuat pengendara harus mengurangi kecepatan, bahkan mengerem untuk menghindari bagian jalan yang bergelombang.

Namun, selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat justru menghadapi persoalan baru akibat debu material yang beterbangan. Keluhan warga pun muncul karena dampaknya dirasakan setiap hari, sementara respons yang diterima dinilai belum disertai langkah penanganan yang memadai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karawang, Rusman, menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya aktivitas masyarakat akibat debu selama pengerjaan jalan.

"Tentunya kami mohon maaf atas nama pemerintah atas terganggunya aktivitas masyarakat selama perbaikan jalan ini, terutama dengan adanya debu yang beterbangan," kata Rusman, Selasa (13/10/2026).

Menurut Rusman, debu sulit dihindari sepenuhnya dalam proses perbaikan karena pekerjaan tersebut menggunakan material batu. Meski demikian, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat dan pengguna jalan.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyiraman jalan secara berkala menggunakan mobil pemadam kebakaran. Selain itu, petugas akan membersihkan sisa material dan debu yang berserakan pada malam hari ketika arus lalu lintas mulai sepi.

Rusman berharap penyiraman dan pembersihan secara rutin dapat mengurangi debu sehingga kondisi jalan pada pagi hari menjadi lebih nyaman bagi pengendara maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak pengerjaan jalan terhadap pemilik toko dan warga sekitar hingga proses perbaikan paving blok di Jalan Tuparev selesai.


Editor : Ahmad Sayuti