Sentuh dengan PJU Tematik, Penataan Jalan Tuparev Mulai Dilakukan
Penataan kawasan Jalan Tuparev Kabupaten Cirebon mulai dilakukan secara bertahap. Salah satu langkah awal yang kini terlihat adalah pemasangan penerangan jalan umum (PJU) tematik dengan sentuhan lokal khas Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Penataan kawasan Jalan Tuparev Kabupaten Cirebon mulai dilakukan secara bertahap. Salah satu langkah awal yang kini terlihat adalah pemasangan penerangan jalan umum (PJU) tematik dengan sentuhan lokal khas Cirebon.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon Hilman Firmansyah mengatakan, sebanyak 30 unit PJU tematik dipasang tahun ini. Desain lampu-lampu tersebut mengusung ornamen batik mega mendung, sebagai identitas budaya khas Cirebon.
“Setiap titik dipasangi dua lampu PJU, satu mengarah ke jalan dan satu lagi ke trotoar. Namun pemasangan ini belum menyeluruh dari ujung ke ujung ruas Tuparev. Mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan lagi,” ujar Hilman, Rabu 27 Mei 2025.
Hilman menilai Jalan Tuparev memiliki peran strategis sebagai kawasan perbatasan dengan Kota Cirebon sekaligus menjadi pintu gerbang utama menuju Kabupaten Cirebon. Karena itu, kawasan ini harus ditata secara serius agar memberi kesan positif bagi masyarakat dan pendatang.
“Ini sejalan dengan visi Gubernur Jawa Barat yang menginginkan Cirebon menjadi Yogyakarta-nya Jawa Barat. Salah satu pintu masuknya harus terlihat menarik dan ikonik,”ungkapnya.
Meski demikian, Hilman mengakui penataan Jalan Tuparev masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Mulai dari persoalan kabel udara yang semrawut, trotoar yang belum optimal, keberadaan PKL, hingga sistem transportasi yang belum tertata dengan baik.
Dari sekian banyak PR tersebut, sektor transportasi menjadi tanggung jawab utama Dishub Kabupaten Cirebon. Hilman menyebut transportasi publik yang memadai sangat krusial untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kami tengah menyusun konsep tatanan transportasi lokal terlebih dahulu. Karena transportasi lokal ini nantinya akan terhubung dengan sistem transportasi wilayah dan nasional,” jelasnya.
Apalagi lanjutnya, dengan adanya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Cirebon, tatanan transportasi juga harus disesuaikan. Saat ini, RTRW yang baru ini pasti berdampak besar terhadap sistem transportasi lokal.
Ia menambahkan, Kabupaten Cirebon memiliki posisi strategis dengan lima akses tol, serta konektivitas darat, laut, dan udara. Potensi ini harus ditangkap dengan program konkret dan implementasi yang serius.
“Kesempatan ini harus kita manfaatkan. Tinggal bagaimana kita wujudkan ide dan gagasan tersebut menjadi program nyata,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani
