Program Bandung Barat Caang, Baru 4.594 Titik PJU Terpasang dari Kebutuhan 16.211

Pemkab Bandung Barat baru memasang 4.594 titik PJU dari kebutuhan 16.211 titik. Program Bandung Barat Caang terus diperluas secara bertahap.

Program Bandung Barat Caang, Baru 4.594 Titik PJU Terpasang dari Kebutuhan 16.211
Petugas Dishub KBB tengah melakukan perawatan PJU.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memperluas Program Bandung Barat Caang untuk meningkatkan penerangan dan keamanan di ruas-ruas jalan kabupaten, khususnya saat malam hari.

Hingga saat ini, sebanyak 4.594 titik penerangan jalan umum (PJU) telah terpasang di berbagai ruas jalan kabupaten. Namun, jumlah tersebut baru memenuhi sekitar 28 persen dari total kebutuhan yang mencapai 16.211 titik.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, masih terdapat sekitar 11.617 titik PJU yang perlu dipenuhi agar kebutuhan penerangan jalan dapat terpenuhi secara bertahap.

Di sejumlah ruas jalan yang membutuhkan sekitar 150 titik lampu, misalnya, saat ini baru terpasang sekitar 20 hingga 30 titik.

Kepala Dishub KBB Asep Dendih menjelaskan, kebutuhan PJU di setiap ruas jalan berbeda-beda, bergantung pada panjang jalan dan kondisi di lapangan. Karena itu, penambahan titik lampu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah.

“PJU sudah tersedia di seluruh ruas jalan kabupaten. Kami terus berupaya menambah jumlahnya agar penerangan semakin optimal dan masyarakat lebih nyaman saat beraktivitas pada malam hari,” kata Asep, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, penambahan PJU terus didorong agar kebutuhan penerangan di setiap ruas jalan dapat terpenuhi secara bertahap.

Selain menambah titik baru, Dishub KBB juga memprioritaskan pemeliharaan lampu yang telah terpasang. Petugas rutin melakukan patroli lapangan untuk memantau kondisi PJU dan mengidentifikasi lampu yang mati atau mengalami kerusakan.

Partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk melaporkan gangguan penerangan jalan. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh petugas.

“Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti. Petugas juga melakukan patroli untuk memantau kondisi PJU sehingga lampu yang mengalami gangguan bisa segera ditangani,” jelasnya.

Asep menuturkan, mekanisme perbaikan disesuaikan dengan status garansi setiap unit PJU. Lampu yang masih dalam masa garansi akan diperbaiki atau diganti oleh pihak penyedia, sedangkan unit yang masa garansinya telah berakhir ditangani menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Pembagian ini dilakukan agar pengelolaan aset tetap berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Asep berharap, penambahan titik penerangan secara berkelanjutan serta pemeliharaan yang konsisten dapat membuat Program Bandung Barat Caang berjalan semakin optimal.

“Penerangan jalan yang merata dan terang diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan rasa aman warga saat bepergian pada malam hari,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti