Perform Anang-Ashanty Disoraki Pendukung Timnas Satu Stadion Saat Indonesia Vs Filipina, Begini Klarifikasi Mertua Atta Halilintar
Anang mengatakan bahwa kehadirannya untuk melakukan aksi panggung merupakan permintaan dari panitia penyelenggara pertandingan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
inilahbandung – Anang Hermansyah dan Ashanty mendapatkan momen kurang menyenangkan saat mereka melakukan aksi panggung.
Aksi panggung Anang dan Ashanty di soraki suporter Timnas saat Indonesia mengalahkan Filipina beberapa waktu lalu.
Performa Anang dan Ashanty di atas panggung setelah pertandingan justru mendapat sorakan “woo” dari penonton yang hadir di stadion.
Namun, belum lama ini melalui akun media sosial Instagram @ananghijau, mertua Atta Halilintar itu memberikan klarifikasi.
Anang mengatakan bahwa kehadirannya untuk melakukan aksi panggung merupakan permintaan dari panitia penyelenggara pertandingan.
Ini klarifikasi Anang dan Ashanty
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kami Anang Ashanty beserta Management mengucapkan permohonan maafyang sedalam-dalamnya kepada para pendukung sepakbola tanah air.
Sedikit kami luruskan cerita nya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Kami disini bukan menawarkan diri, namun diminta untuk menjadi pengisi acara di tgl 11. Suatu kebanggaan saat ditawari mengisi acara ini, walau jauh di lubuk hati kami yg paling dalam ada perasaan khawatir karena merasa lagu kami tidak cocok nyanyi di acara tersebut.
Namun karena memang kami sangat bangga dan support terhadap Timnas Indonesia, maka kami menerima dan mengikuti semua aturan dan ketentuan dari panitia penyelenggara.
Kami diundang sebagai pendukung acara untuk menyanyikan beberapa lagu yg telah ditentukan oleh Panitia Penvelenggara dari PSSI dan *kami Murni terlibat sbg pendukung tanpa ada pembayaran sedikit pun. karena ini sebagai bentuk Cinta kami pada Indonesia khususnya Tim Nasional Indonesia.
Lalu kami juga mengikuti semua instruksi yg ada baik dalam pemilihan lagu, durasi lagu, waktu chek sound, sampai semua detail kami ikuti.
Sebelum kami menerima tawaran ini, kami melihat tgl 6 performance untuk kami jadikan acuan pada saat kami perform. di half lagu Indonesia pusaka, lalu di akhir 1 lagu kebangsaan dan 1 lagu pribadi nya.
Lalu kami memutuskan mengikuti yg sama Hanya saja saat itu mungkin euphoria nya berbeda karena Indonesia-Irak kondisi nya jg berbeda. dan saat itu artis perform setelah pemain selesai menyapa penonton.
kami pun disini berfikir kami akan melakukan hal yg sama Tapi balik lg kami tidak mau mengintervensi. Dan hanya mengikuti arahan. Panitia sudah punya SOP dan menjalankan acara sesuai yg mungkin sudah mereka sepakati.”***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

