Persaingan Sengit di Papan Bawah Liga 1 Indonesia: Enam Tim Bertarung Mati-Matian Hindari Degradasi Jelang Akhir Musim

Musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 semakin mendekati babak akhir, dan jika biasanya sorotan utama tertuju pada perebutan gelar juara dan perebutan tiket ke kompetisi Asia, kini perhatian juga tak kalah tajam tertuju pada persaingan dramatis di papan bawah klasemen.

Persaingan Sengit di Papan Bawah Liga 1 Indonesia: Enam Tim Bertarung Mati-Matian Hindari Degradasi Jelang Akhir Musim
Persaingan Sengit di Papan Bawah Liga 1 Indonesia: Enam Tim Bertarung Mati-Matian Hindari Degradasi Jelang Akhir Musim

INILAHKORAN, Bandung – Musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 semakin mendekati babak akhir, dan jika biasanya sorotan utama tertuju pada perebutan gelar juara dan perebutan tiket ke kompetisi Asia, kini perhatian juga tak kalah tajam tertuju pada persaingan dramatis di Papan Bawah klasemen.

Enam tim saat ini tengah berada dalam situasi genting, saling sikut demi menghindari jurang Degradasi yang siap menelan siapa saja yang lengah di sisa enam pekan terakhir.

Adapun keenam tim yang masih terancam turun kasta ke Liga 2 musim depan adalah Barito Putera, Madura United, Persis Solo, PSIS Semarang, Semen Padang, dan PSS Sleman. Perbedaan poin yang tipis antar tim membuat persaingan semakin panas dan tak dapat diprediksi.

Barito Putera menjadi yang paling aman di antara mereka untuk saat ini. Tim asal Banjarmasin tersebut menempati peringkat ke-13 dengan koleksi 29 poin dari 28 pertandingan.

Meski unggul empat poin dari zona merah, posisi mereka belum benar-benar aman. Sebab, jika lengah dan gagal memaksimalkan laga sisa, mereka bisa saja terseret ke zona bahaya.

Posisi berikutnya ditempati oleh Madura United yang berada di peringkat ke-14. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini meraih 27 poin dari 27 laga. Mereka hanya unggul dua poin dari tim penghuni zona degradasi, menjadikan setiap laga sisa bagaikan final yang wajib dimenangkan.

Di bawahnya ada Persis Solo yang saat ini berada di peringkat ke-15 dengan 26 poin dari 28 laga. Tim kebanggaan warga Solo ini hanya terpaut satu poin saja dari zona merah, membuat posisi mereka sangat riskan jika tidak segera memperbaiki performa.

Sementara itu, zona degradasi saat ini dihuni oleh PSIS Semarang di posisi ke-16 dengan 25 poin, disusul Semen Padang dan PSS Sleman yang masing-masing mengumpulkan 22 poin, menempati posisi 17 dan 18.

Situasi ini memaksa ketiga tim terbawah tersebut untuk memenangkan seluruh pertandingan yang tersisa jika ingin tetap menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Barito Putera diprediksi dapat mengamankan tempat mereka di Liga 1 jika mampu meraih 15 poin dari enam pertandingan terakhir.

Sementara Madura United harus mengincar 16 poin, dan Persis Solo butuh 17 poin, semuanya dengan catatan tanpa bergantung pada hasil pertandingan tim lain.

Bagi tiga tim terbawah, jalan mereka jauh lebih terjal. PSIS Semarang, Semen Padang, dan PSS Sleman wajib menyapu bersih kemenangan di enam laga sisa. Namun perjuangan mereka tak sepenuhnya berada di tangan sendiri. Nasib mereka masih bergantung pada hasil pertandingan tim-tim di atas mereka.

Dengan tekanan yang begitu tinggi dan sisa waktu yang makin menipis, Liga 1 musim ini tidak hanya menyajikan drama di jalur juara, tapi juga sebuah kisah perjuangan dan determinasi di zona degradasi. Satu kesalahan saja bisa fatal, dan satu kemenangan bisa berarti hidup dan mati bagi klub-klub ini.

Pertarungan di papan bawah ini dipastikan akan menyita perhatian publik hingga pekan terakhir. Siapa yang akan bertahan, dan siapa yang harus rela turun kasta? Jawabannya akan terungkap dalam enam pekan penuh ketegangan dan drama.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan