PERSIB 2-2 DEWA UNITED: Maung Bandung Menolak Tunduk

Persib Bandung kembali menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya ketika bangkit mengejar ketertinggalan dua gol lawan Dewa United.

PERSIB 2-2 DEWA UNITED: Maung Bandung Menolak Tunduk
BALAS: Para pemain Persib Bandung merayakan gol balasan ke gawang Dewa United di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10) malam WIB. Kedua tim bermain imbang 2-2.

INILAH, Bandung- Persib Bandung kembali menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya ketika bangkit mengejar ketertinggalan dua gol lawan Dewa United.

Babak pertama duel Persib vs Dewa United di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10) malam WIB seperti akan berakhir kelam bagi puluhan ribu Bobotoh.

Riuh rendah yel-yel penyemangat perlahan berubah menjadi keheningan yang mencekam.

Di papan skor, sang tuan rumah tertinggal 0-2. Gol dari Egy Maulana Vikri di menit ke-22 dan sontekan dingin Noah Sadaoui beberapa menit jelang turun minum membuat seantero stadion terdiam.

Ketika turun minum, Pelatih Igor Tolic menolak untuk menyerah pada keadaan. Ia melakukan keputusan berani dengan menyuntikkan darah baru di awal babak kedua; sang kapten Dedi Kusnandar dan Adam Alis ditarik keluar demi memasukkan Marc Klok dan Berguinho.

Sebuah perjudian taktik yang menuntut pembuktian instan.Saat babak kedua dimulai, energi di lapangan berubah total. Jiwa “Maung” yang sempat tertidur tiba-tiba mengaum.

Pada menit ke-50, sebuah kemelut di depan gawang hasil lemparan ke dalam Kakang Rudianto berhasil disambar dengan dingin oleh Balsa Sekulic.

Skor berubah 1-2, dan tibatiba harapan itu berembus kembali.

Belum sempat Dewa United menata kembali organisasi pertahanannya, gemuruh stadion benarbenar pecah hanya empat menit berselang.

Marc Klok, sang jenderal yang baru masuk, mengontrol bola liar hasil sapuan lawan dengan dadanya sebelum melepaskan tendangan voli geledek dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras tanpa mampu dibendung oleh kiper Sonny Stevens. Dalam sekejap, kedudukan menjadi 2-2.

Stadion Si Jalak Harupat berguncang bagai terkena gempa tektonik emosi dari luapan kebahagiaan para suporter.

Sisa pertandingan berjalan layaknya sebuah film thriller. Kedua tim saling jual beli serangan dengan intensitas yang menguras fisik dan emosi.

Dewa United sempat membuat jantung pendukung tuan rumah nyaris berhenti melalui serangan balik Denilson, sementara Persib terus menggempur habis-habisan demi memburu gol kemenangan.

Ketegangan mencapai puncaknya di menit-menit akhir laga ketika klaim penalti Persib diabaikan oleh wasit setelah peninjauan, memicu protes keras dari Marc Klok dan seluruh isi stadion. Peluit panjang akhirnya berbunyi, menyisakan skor imbang 2-2 yang melelahkan.

“Hasil ini benar-benar menunjukkan karakter luar biasa para pemain, sekaligus memperlihatkan semangat di ruang ganti.

Mereka berjuang bersama, bermain bersama, dan melakukan segalanya demi satu sama lain,” ungkap Igor dalam konferensi pers usai laga.

Igor mengakui, performa timnya begitu buruk pada babak pertama. Dia menilai dua gol Dewa United terlahir akibat kesalahan- kesalahan mendasar di area pertahanan.

“ Kami melakukan dua kesalahan pada babak pertama dan harus menerima hukuman atas kesalahan tersebut. Sebab, kami menghadapi tim yang bagus dan fokus pada kompetisi liga. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas.

Setelah itu, memang sulit bagi kami untuk mengejar ketertinggalan.

Igor juga tak menampik faktor kelelahan menjadi kendala tersendiri yang membuat performa timnya tidak mencapai titik maksimal.

Empat hari sebelum laga melawan Dewa United, Persib harus melakoni laga tandang di markas Port FC dalam ajang Shopee Cup 2026/2027.

“Ya, menjelang akhir pertandingan, kami sedikit kehilangan kesegaran fisik. Namun, saya rasa para pemain layak mendapatkan apresiasi atas poin yang berhasil diraih,” pungkasnya.

Sementara itu Pelatih Dewa United Osmar Loss mengaku frustrasi lantaran Nick Kuipers dan kawankawan gagal mempertahankan keunggulan dua gol.

Hanya saja, dia merasa Persib tampil begitu berbahaya seusai jeda. Osmar juga memuji mental juara yang dipertontonkan Marc Klok dan kawan-kawan.

“Kami tahu bahwa kami menghadapi salah satu tim penting di liga, yang saat ini merupakan juara tiga kali berturutturut,” lugasnya.

Osmar memandang raihan satu poin patut disyukuri lantaran timnya bertarung di markas sang juara bertahan.

“Saya sangat senang dengan para pemain, terutama dengan sikap dan perilaku mereka di lapangan. Bagi kami, mendapatkan satu poin dari pertandingan tandang ini merupakan hasil yang bagus,” pungkasnya.

(muhammad ginanjar/ bsf)


Editor : Inilahkoran