Persib Mulai Ancam Persija di Puncak: Bravo Julio

SENJATA rahasia yang disimpan Igor Tolic itu bukan barisan penyerang melainkan seorang bek yang sudah sangat teruji mencetak gol di waktu-waktu genting. Dialah

Persib Mulai Ancam Persija di Puncak: Bravo Julio
PAHLAWAN: Ekspresi kegembiraan Julio Cesar usai mencetak gol semata wayang Persib Bandung ke gawang Persik Kediri dalam lanjutan BRI Super League di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10) malam WIB.

Persib menjamu Persik Kediri di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10) malam WIB dengan sisa-sisa tenaga usai bertarung di ajang AFC Champions League (ACL) Two, empat hari lalu. Mereka tampak begitu ‘menderita’ di sepanjang laga.

Sejak peluit pertama ditiupkan, aroma laga ini bukanlah tentang dominasi yang nyaman, melainkan tentang perang saraf. Persib, sang juara bertahan yang tengah dikepung jadwal super padat, bertarung melawan kelelahan fisik mereka sendiri.

Di sisi lain, Persik Kediri datang bukan untuk menyerah.

Dengan energi penuh, mereka bermain dengan organisasi pertahanan kokoh dan serangan balik yang begitu mematikan Momen paling mendebarkan terjadi di menit ke-39. Ketika sundulan bek Persik, Park Jun-heong, menggetarkan jala gawang Fitrah Maulana, stadion seketika senyap.

Ada jeda beberapa detik yang menyiksa sebelum wasit Muhammad Iqballuddin mengangkat tangan, menganulir gol tersebut karena posisi offside.

Namun, frustrasi belumlah usai. Hanya berselang beberapa menit, giliran Luka Menalo yang melepaskan tendangan voli roket.

Bola yang sudah melewati jangkauan kiper justru membentur mistar gawang dengan dentingan keras yang memuakkan bagi seisi stadion.

Hingga turun minum, skor kacamata memaksa Bobotoh bersabar menanti datangnya euforia pemecah kebuntuan.Di babak kedua, pemandangan masih tetap sama. Persib lebih memilih bermain menunggu untuk meredam rasa lelah sementara Persik leluasa memegang kendali serangan.

Keputusan Igor Tolic menarik Mariano Peralta dan Luka Menalo untuk memasukkan Balsa Sekulic dan Thom Haye juga tak terlalu berpengaruh. Persib kadung tertekan sementara Persik semakin nyaman memainkan alur bola dari kaki ke kaki.

Namun momen tak terduga terjadi pada menit ke-78. Ketika Thom Haye hendak melakukan tendangan penjuru, Igor Tolic tibatiba menarik keluar Danijel Loncar untuk memasukkan Julio Cesar.

Haye, dengan ketenangan seorang maestro, mengambil eksekusi sepak pojok dari sisi kiri. Bola melengkung indah, membelah udara kotak penalti Macan Putih.

Di sana, Júlio César yang baru beberapa detik masuk lapangan, melompat melebihi gravitasi. Dengan satu tandukan keras dan presisi, bola menghujam gawang lawan. Persib unggul 1-0.

Ini bak deja vu indah bagi seorang Cesar. Musim lalu, dia juga melakukan hal yang sama ketika Maung Bandung memenangkan laga penting di markas PSM Makassar.

Unggul 1-0, perjuangan Persib belumlah tuntas. Mereka harus bertahan total untuk mengamankan poin penuh. Dan Persik, memang benar-benar mengepung lini pertahanan tuan rumah untuk mencari gol tambahan.

Pada masa injury time tepatnya menit ke-90+5, kemelut terjadi. Bek mereka, Marcelo Djalo, melepaskan sundulan mematikan dari jarak dekat yang mengarah tepat ke sudut gawang.

Di detik yang krusial itu, penjaga gawang muda Fitrah Maulana menunjukkan mengapa ia layak mengawal mistar Maung Bandung.

Sambil meregangkan seluruh badannya, ia melakukan penyelamatan akrobatik menepis bola keluar.

Fitrah pula yang mementahkan peluang terakhir Persik melalui sepak pojok dengan kemampuan mumpuni membaca arah bola. Skor akhir, Persib menang 1-0 atas Persik.

Kemenangan membuat skuat besutan Igor Tolic merangsek ke posisi kelima klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 10 poin dari lima pertandingan. Kini, Maung Bandung hanya terpaut dua poin dari Persija Jakarta yang untuk sementara menguasai puncak klasemen.

Gol Kontroversial Pelatih Persik, Marcos Reina mengaku bangga dengan perjuangan anakasuhnya.

Meski menghormati Persib sebagai juara bertahan, dia mengaku tak bisa menahan kekecewaan atas gol tunggal yang dicetak Julio Cesar.

“Pertama-tama, saya sangat bangga kepada para pemain dan tim karena mereka menampilkan pertandingan yang luar biasa di sini,” ujarnya dalam sesi konferensi pers usai laga.

Bermain di kandang Persib bukanlah perkara mudah bagi tim mana pun. Namun, Persik dinilai mampu memberikan perlawanan sengit dan menerapkan strategi dengan sangat disiplin sepanjang jalannya pertandingan.

“Tidak mudah bermain melawan tim ini dengan cara seperti yang kami lakukan, tetapi kami mampu melakukannya dengan sangat baik,” tambah sang pelatih.

Meski tampil solid, konsentrasi Persik harus pecah akibat situasi bola mati yang berujung gol bagi Persib.

Sang pelatih secara terbuka mempertanyakan keputusan wasit yang memberikan sepak pojok tersebut, sekaligus menyoroti ketidaksiapan lini belakangnya akibat proses pergantian pemain yang belum tuntas.

“Gol yang menentukan pertandingan berasal dari situasi sepak pojok. Sejujurnya, saya tidak yakin apakah itu benar-benar sepak pojok atau apakah bola sempat mengenai sesuatu sebelum akhirnya keluar,” ungkapnya bingung.

“Julio Cesar juga belum siap, sementara wasit menunggu mereka melakukan pergantian pemain.” Lebih lanjut, ia merasa ada standar ganda dalam pengambilan keputusan di atas lapangan. Menurutnya, jika timnya berada di posisi sebaliknya, besar kemungkinan gol tersebut akan dianulir atau dilarang oleh pengadil pertandingan.

“Jadi, jika situasinya terjadi untuk kami, kemungkinan besar hal itu tidak akan diizinkan. Itulah satu-satunya hal yang membuat saya kurang puas,” tegasnya.

Walau menyisakan evaluasi mendalam terkait kinerja wasit, pelatih Persik ini tetap berjiwa besar dengan mengakui reputasi besar yang dimiliki Persib di kancah sepak bola nasional.

“Namun, kami menghadapi tim papan atas dengan pemain-pemain berkualitas tinggi. Hal-hal seperti ini bisa terjadi,” pungkasnya.

(bsf)


Editor : Inilahkoran