Pilkada Jabar Realistis untuk Ridwan Kamil, Golkar Cium Peluang Kalah dari Anies Baswedan di Jakarta

Giliran Waketum Partai Golkar Ahmad Doli yang menilai pencalonan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar lebih realistis ketimbang bertarung melawan Anies Baswedan di Jakarta.

Pilkada Jabar Realistis untuk Ridwan Kamil, Golkar Cium Peluang Kalah dari Anies Baswedan di Jakarta
Giliran Waketum Partai Golkar Ahmad Doli yang menilai pencalonan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar lebih realistis ketimbang bertarung melawan Anies Baswedan di Jakarta.

INILAHKORAN, Bandung- Giliran Waketum Partai Golkar Ahmad Doli yang menilai pencalonan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar lebih realistis ketimbang bertarung melawan Anies Baswedan di Jakarta.

Menurut Ahmad Doli, Golkar memang lebih condong untuk mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jabar dengan beberapa faktor salah satunya kemunculan Anies Baswedan sebagai Bacalon Gubernur Jakarta.

Ahmad Doli mengungkap faktor pertama di balik pilihan Golkar mendukung Ridwan Kamil di Pilkada Jabar yang tak lain adalah soal peluang dan elektabilitas.

"Dan Ridwan Kamil ini di Jawa Barat sudah teruji, pertama approval ratingnya cukup tinggi sekali dan elektabilitasnya tidak ada yang menandingi, jauh sekali di atas nama-nama yang lain," kata Doli kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
 
Faktor kedua, lanjut Doli, adalah soal figur yang diinginkan masyarakat Jabar untuk membawa kemajuan dalam pembangunan daerah.

Dia yakin betul, masyarakat Jabar masih menginginkan Emil-sapaan Ridwan Kamil- untuk lanjut memimpin Jabar di periode kedua.

"Dan kemudian masih ada program-program atau janji kampanye yang mungkin belum dianggap tuntas, belum selesai oleh masyarakat Jawa Barat," tuturnya.

Faktor terakhir tentu saja soal peluang sulit memenangi kontestasi Pilkada Jakarta dengan Anies Baswedan yang sudah pasti maju.

Menurut Doli elektabilitas nama Ridwan Kamil sudah tertandingi oleh nama-nama lainnya yang muncul seperti Anies Baswedan, dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. 

Sebelum nama-nama tersebut muncul, dia pun mengakui elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta memang cukup baik.
 
"Kami juga punya kesepahaman yang kedua, ya bahwa konfigurasi, peta politik di nasional belum tentu juga bisa dijiplak bulat-bulat di setiap daerah," ucap dia.***
 


Editor : Bsafaat