Ini Update Lengkap Debat Perdana Pilgub Jabar 2024 di Kota Bandung...

KPU Provinsi Jawa Barat bakal melangsungkan debat perdana para pasangan calon, peserta Pilgub Jabar 2024.

Ini Update Lengkap Debat Perdana Pilgub Jabar 2024 di Kota Bandung...
KPU Provinsi Jawa Barat bakal melangsungkan debat perdana para pasangan calon, peserta Pilgub Jabar 2024.

INILAHKORAN, Bandung - KPU Provinsi Jawa Barat bakal melangsungkan debat perdana para pasangan calon, peserta Pilgub Jabar 2024.

Dimana pada Senin 11 November 2024 mendatang, keempat paslon yakni Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwinatarina, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, Akhmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie dan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan bakal adu gagasan.

Pelaksanaan debat perdana Pilgub Jabar telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Persiapan debat Terbuka, di Kota Bandung, Selasa 5 November 2024.

debat perdana dilakukan pada 11 November, pukul 19.00 WIB di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kota Bandung. debat akan berlangsung selama 120 menit, membahas 7 sub tema dengan pertanyaan yang disusun oleh 7 panelis.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia menyampaikan dalam debat perdana kali ini akan ada enam segmen. 

Adapun judul debat yakni 'Membangun Jawa Barat Menuju Masyarakat Digital yang Sejahtera dan Berdaya Saing Global'.

"Keseluruhan teknis debat yang akan dilakukan oleh KPU Jawa Barat prinsipnya pasti akan sama, nggak jauh beda. Hanya mungkin nanti ada beberapa perbaikan, yang nanti kurang-kurangnya kita evaluasi lagi. Besok ada 7 subtema mulai dari isu perempuan dan anak, pendidikan inklusif, reformasi birokrasi, kesehatan dan stunting," ucap Hedi usai Rakor Persiapan debat Terbuka Pilgub Jabar.

Ketujuh sub tema dalam debat perdana Pilgub Jabar mendatang ialah Kesehatan dan Penurunan Stunting, Mentalitas dan Karakter Generasi Muda, Kemiskinan dan Pengangguran, Pengembangan Digital Talent, Reformasi Birokrasi yang Berkelanjutan, Isu Perempuan dan Anak, serta Pendidikan Inklusif dan Berkualitas.

Kurang dari seminggu debat berlangsung, Hedi mengatakan bahwa persiapan KPU Jabar sudah cukup matang. Kini, fokusnya adalah memastikan ketujuh panelis yang masih dirahasiakan itu, untuk memaksimalkan pertanyaan.

"Ada 7 sub tema yang akan dibuatkan pertanyaan oleh 7 panelis, yang nanti namanya akan disampaikan pada H-1. Kita masih terus kawal para tim panelis ini dan pada H-1 kita akan mengundang mereka untuk dikarantina," ucapnya.

"Tujuannya untuk memaksimalkan pertanyaan di samping juga kita ukur kata yang digunakan oleh panelis dengan durasi yang ada. Para panelis itu ada dari luar (Jabar) juga, tapi mayoritas Jawa Barat. Dari kampus kebanyakan," imbuhnya.

debat ini sendiri akan disiarkan langsung pada laman YouTube dan media sosial KPU Jabar, serta media penyiaran yang ditunjuk. Adapun tema di hari pertama menyinggung tentang Sumber Daya Manusia. Berikut detail tema, jadwal dan moderatornya:

debat 1

Lokasi: Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Kota Bandung
Waktu: Senin, 11 November 2024 pukul 19.00 WIB
Judul debat: Membangun Jawa Barat Menuju Masyarakat Digital yang Sejahtera dan Berdaya Saing Global

Sub Tema:
- Kesehatan dan Penurunan Stunting
- Mentalitas dan Karakter Generasi Muda
- Kemiskinan dan Pengangguran
- Pengembangan Digital Talent
- Reformasi Birokrasi yang Berkelanjutan
- Isu Perempuan
- Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

debat akan berlangsung dengan durasi total 120 menit. Adapun waktu pemaparan bervariasi, paling cepat batas waktu menganggapi paslon yakni 45 detik dan paling lama batas waktu pemaparan yakni 120 detik atau 2 menit.

Pewarta Frisca Clarissa dan Rahmat Ibrahim ditunjuk menjadi moderator debat perdana. Moderator ditugaskan untuk membacakan pertanyaan, mengatur jalannya acara, hingga menghentikan debat jika terjadi kericuhan.

Hedi menambahkan, sebagai langkah menjaga ketertiban debat Pilgub Jabar 2024, pihaknya menerapkan beberapa aturan yang wajib diikuti baik untuk pasangan calon, tim sukses, hingga pendukungnya. 

"Mudah-mudahan kita berharap ya, kericuhan yang terjadi di daerah lain, di Jawa Barat itu sama sekali tidak terjadi. Jangan sampai itu," harapnya.

Antaranya, KPU Jabar memberi kuota pada setiap paslon untuk membawa massa maksimal sebanyak 100 orang. Sementara untuk tamu undangan KPU pun dibatasi bagi kalangan tertentu sebanyak 100 orang, sehingga total kapasitas massa 500 orang.

"Masing-masing paslon, boleh pendukung, pendamping seperti keluarga, plus dengan paslonnya itu, kuotanya 100 orang. Kalau dikali 4 jadi 400, plus tamu undangan KPU ada 100 jadi 500 orang," kata Hedi.

Paslon peserta debat kata dia, juga diperbolehkan membawa alat tulis dan catatan, tapi tidak diperbolehkan membawa laptop dan handphone.

Paslon dilarang melakukan kampanye dalam lokasi debat. Paslon juga dilarang melakukan provokasi, menyinggung pihak tertentu dalam bentuk apapun. Baik dalam bentuk kata-kata, yel-yel, hingga atribut termasuk kaos. 

KPU Jabar juga melarang pengunjung membawa makanan atau minuman botol dan lainnya, sebagai antisipasi terjadi hal tidak diinginkan.

debat diperkenankan dilaksanakan di lingkungan pendidikan. Namun dengan catatan, tak boleh memuat unsur kampanye.

Pendukung paslon dilarang melakukan kampanye di dalam lokasi debat. Pendukung paslon juga dilarang melakukan provokasi, menyinggung pihak tertentu dalam bentuk apapun. Baik dalam bentuk kata-kata, yel-yel, hingga atribut termasuk kaos. 

"Kita tadi sampaikan ke Bawaslu bahwa kami mempunyai pemahaman atribut diperbolehkan digunakan di tempat debat. Dengan catatan itu di lembaga pendidikan, tidak boleh memuat materi kampanye. Tadi sudah disepakati," kata Hedi.

"Jadi dilarang membawa alat peraga kampanye dan bahan kampanye. Di luar gedung pun kita minimalisir. Lalu dilarang melakukan provokasi. Baik itu terhadap pasangan calon dan pendukung," pesannya. 

Setelah debat perdana ini, selanjutnya akan dilaksanakan di Kota Cirebon di 16 November dan Kabupaten Bogor pada 23 November 2024 mendatang.***


Editor : JakaPermana