Ulasan Singkat Lima Paslon Cabup-Cawabup Bandung Barat saat Debat Publik Pamungkas, Mana yang Lebih Menarik?

Debat terakhir jadi ajang pembuktian para Cabup dan Cawabup Bandung Barat dalam memaparkan visi misi dan program unggulan mereka, dan amanakah yang lebih menarik?

Ulasan Singkat Lima Paslon Cabup-Cawabup Bandung Barat saat Debat Publik Pamungkas, Mana yang Lebih Menarik?

INILAHKORAN, Ngamprah - Helaran debat publik kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2024 yang diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB berjalan aman, lancar dan meriah.

Lima pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, yakni paslon nomor urut 1, Didik Agus T dan Gilang Dirga, paslon nomor urut 2, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail, paslon nomor urut 3, Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat, paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi dan Unjang Asari, serta paslon nomor urut 5, Sundaya dan Asep Ilyas saling beradu gagasan dan menampilkan performa terbaiknya.

Pantauan di lokasi debat, sorak-sorai dari para pendukung masing-masing paslon bergemuruh di halaman Hotel Novena Lembang kian memeriahkan momen debat pamungkas yang dimulai pada pukul 19.00 WIB tersebut. 

Tak ketinggalan mereka membawa berbagai alat musik, mengenakan kostum hantu hingga properti yang unik dan menarik. Alhasil, momen debat terakhir calon bupati dan wakil bupati kali ini seolah menjadi parade sekaligus ajang unjuk gigi para pendukung dalam menghadirkan kreativitasnya.

Sementara di dalam ruangan debat, tepatnya pada sesi pertama masing-masing paslon memaparkan visi, misi dan program terkait dengan tema besar yang diusung, yakni 'Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel dan Inovatif untuk Mewujudkan Pelayanan yang Berkeadilan bagi Masyarakat Bandung Barat' dengan durasi waktu yang diberikan kepada masing-masing selama 2 menit.

Kesempatan pertama diberikan kepada pasangan calon nomor urut 1, Didik Agus T dan Gilang Dirga. "Berbicara tentang tema kita kali ini, penguatan tata kelola pemerintahan yang ada KBB memiliki beberapa pekerjaan rumah," kata calon bupati nomor urut 1, Didik Agus Triwiyono.

Didik menyebut, dalam survei yang dilakukan KPK untuk tahun 2023, Bandung Barat masuk dalam posisi terbawah dengan skor 60,16. Ini urutan 27 dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat dan menjadi sebuah kondisi yang memprihatinkan untuk semua pihak.

"Yang kedua masih banyaknya keluhan tentang pelayanan publik di masyarakat Bandung Barat dan juga ada beberapa problem internal di birokrasi kita," sebutnya.

Oleh karenanya, ke depan harus menghadirkan pemerintahan yang baik dan pasangan DILAN (Didik-Gilang) menjawab itu semua. Dalam misi DILAN yang pertama adalah mewujudkan birokrasi yang  bersih, inovatif dan melayani.

"Bersih dalam arti tidak mengambil yang bukan haknya. Inovatif, menggunakan seluruh kemajuan teknologi dan seluruh perangkat untuk memperbaiki proses. Melayani, itu menjadi tujuan birokrasi dan tujuan pemerintahan untuk melayani masyarakat," jelas Didik.

"Dan kami pasangan Didik-Gilang Dirga akan berada di posisi paling depan memberikan teladan bagi seluruh aparat, seluruh komponen yang ada di pemerintahan untuk menjadikan Pemerintahan Bandung Barat yang bersih, inovatif dan melayani," sambungnya.

Pasangan nomor urut 2, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail memaparkan, di acara debat terakhir malam ini dirinya dan Asep Ismail memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang berharga ini semaksimal mungkin, bukan untuk menunjukan keunggulan pihaknya dan bukan pula untuk menjatuhkan paslon lain.

Tapi untuk menyadarkan semua bahwa di daerah lain di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat, di sini (KBB) jalan di tempat. Bahkan, mengalami kemunduran.

"Bandingkan dengan daerah-daerah lain di Jawa Barat, ada Depok, Karawang, Bekasi dan Kabupaten Bandung, semua mengalami kemajuan yang pesat," kata calon bupati nomor urut 2, Jeje Ritchie Ismail.

Di sana, sebut Jeje, kemiskinan dijadikan musuh bersama, tingkat pengangguran semakin turun, penghasilan masyarakat semakin meningkat, infrastruktur semakin modern, pendidikan, kesehatan dan hiburan semakin banyak, semakin baik dan terjangkau.

"Bagaimana dengan kita di sini di Bandung Barat?, rata-rata sekolah tidak lulus SMP. Jangankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, gaji guru dan kepala desa pun masih sering terlambat," sebut Jeje.

Lalu, bagaimana dengan rakyat biasa?. Menurutnya, inti permasalahannya bukan karena tidak ada uang atau anggaran. Padahal, uangnya ada dan anggarannya banyak di Pemkab, inti permasalahannya adalah tidak ada kepedulian dari pemerintah terhadap masyarakat dan masyarakatnya tidak sadar kalau pemerintahnya tidak peduli.

"Solusinya bukan memilih pemimpin populer ataupun tentang masalah pengalaman. Karena tidak perlu pengalaman yang banyak dan ilmu yang tinggi untuk tahu permasalahan yang ada di Bandung Barat," tuturnya.

"Semuanya kasat mata lantaran bisa merasakannya sehari-hari. Terpenting adalah kejujuran sebagai calon pemimpin dan kesadaran masyarakat," sambungnya.

Pasangan calon nomor urut 3, Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat memaparkan, "Tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang baik adalah harapan kita semuanya. Kami pasangan HADE (Hengki-Ade) siap menghadirkan kembali pelayanan publik terbaik untuk masyarakat KBB," kata calon bupati nomor urut 3, Hengki Kurniawan.

Hengki menyebut, tingkat kepuasan publik kepada pihaknya sebesar 76,7 persen menjadi motivasi bagi pasangan HADE untuk terus melakukan inovasi yang terbaik.

"Tentu inovasi pelayanan publik yang mudah, murah, cepat dan tidak bertele-tele. Dulu mengurus perizinan kita harus mondar-mandir dari gedung satu ke gedung yang lainnya," sebutnya.

Namun, setelah pihaknya membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) semua perizinan menjadi satu atap dan semua perizinan terintegrasi. "Dulu mengurus KTP mahal dan lambat, kami melakukan jemput bola door to door, kami datang ke kampung-kampung sampai memberikan di depan rumah," kata Hengki.

"Alhamdulillah kami juara nasional, capaiannya 100 persen. Kami mendapatkan hadiah mesin Anjungan Dukcapil yang sekarang ada di Bale Pare KBP. Jadi sekarang bapak ibu bisa mencetak dokumen kependudukan tinggal scan dan langsung jadi," lanjut Hengki.

Tak hanya itu, Hengki menuturkan, pihaknya terus berinovasi dalam pelayanan publik dimana pihaknya membangun Command Center dan aplikasi Lapor Kang Hengki.

"Semua untuk menampung aduan masyarakat KBB, OPD yang tidak merespons dengan cepat tunjangannya kami potong 25-75 persen. Kenapa ini kami lakukan, karena kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat KBB," tuturnya.

"Karena hakikat pelayanan publik, masyarakat adalah atasan kami dan kami adalah pelayan masyarakat. Dan kami tidak akan kompromi terhadap praktik-praktik pungli dan korupsi," ucapnya.

Paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi dan Unjang Asari membeberkan, "Undang-Undang mengamanatkan tujuan pemekaran Bandung Barat adalah mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat," kata calon bupati nomor urut 1, Edi Rusyandi.

Edi menyebut, pilar utamanya adalah adanya pemerintahan yang demokratis, profesional dan bersih dari KKN. Data fakta menunjukan 5 tahun periode terakhir pemerintahan Kabupaten Bandung Barat sungguh sangat memprihatinkan.

"Diantaranya bupati dan wakil bupati teu akur, rotasi mutasi jabatan bermasalah dan kemudian dianulir, gaji pegawai siltap pemerintah desa seringkali terlambat, defisit anggaran mencapai angka 17 persen," papar Edi.

Oleh karena itu, ke depan perlu langkah-langkah serius yang dilakukan dalam tata kelola pemerintahan ini. Maka dari itu, EDUN yang pertama berjanji dan komitmen akan harmonis sampai akhir pemerintahan.

"EDUN harus menjadi teladan yang baik dalam tata kelola pemerintahan dan jangan menjadi beban bagi pejabat birokrasi yang ada di bawahnya," ucapnya.

Selain itu, sambung Edi, EDUN memastikan akan memberikan penghargaan bagi pelayan masyarakat di garda terdepan diantaranya para kadus, RT/RW, guru ngaji, guru PAUD, guru honor, guru madrasah dan pekerja sosial supaya ditingkatkan insentifnya.

"Terakhir, EDUN memastikan dalam hal alokasi pengelolaan anggaran harus mengutamakan asas nilai sejauhmana manfaatnya bagi warga KBB. Itulah Bandung Barat Raharja Wibawa yang dicita-citakan," katanya.

Pasangan calon nomor urut 5, Sundaya dan Asep Ilyas memaparkan, "Kami paslon 5 Sundaya-Asep Ilyas siap menyongsong kaitan dengan pelayanan masyarakat yang prima ke depan dimana pada saat ini banyak permasalahan yang dihadapi oleh kita," kata calon wakil bupati nomor urut 5, Asep Ilyas.

Terutama, terang Asep, masalah kemiskinan dan pengangguran dimana masalah kemiskinan sekarang ini kurang lebih diangka 180 ribu orang yang masih miskin, kemudian pengangguran diangka 76 ribu yang masih menganggur.

"Untuk menjawab permasalahan itu, paslon 5 dilahirkan dari rahimnya masyarakat dan langsung didukung masyarakat menawarkan visi dan misi untuk bisa menjawab permasalahan di Bandung Barat di masa yang akan datang melalui visi Mandiri," terang Asep Ilyas.

Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman mengatakan, debat yang kedua yang diberikan judul debat Publik Pamungkas Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat.

"Sebelumnya kita melaksanakan debat yang pertama pada 29 Oktober 2024 lalu dan hari ini kita laksanakan sebelum tahapan kampanye rapat umum," katanya.

Ripqi menyebut, helaran debat publik pamungkas ini berjalan dengan lancar dan semua pasangan calon bisa menyampaikan visi dan misi, serta programnya masing-masing.

"Saya berharap, dari visi misi yang sudah disampaikan paslon itu bisa meyakinkan seluruh pemilih yang ada di KBB bisa datang ke TPS pada tanggal 27 November 2024 nanti," ungkapnya.

Dengan begitu, Ripqi berharap partisipasi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 bisa meningkat dibandingkan Pilkada tahun 2018 yang mencapai 77 persen.

"Kita berharap di Pilkada Serentak 2024 partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya meningkat lebih dari 80 persen," ucapnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti