Tak Sabar Ikuti Debat Publik Pamungkas, DILAN Sudah Siapkan Fisik dan Mental Spiritual
Seluruh paslon bupati dan wakil bupati Bandung Barat tengah bersiap mengikuti tahapan debat publik pamungkas yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin 18 November 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Seluruh paslon bupati dan wakil bupati Bandung Barat tengah bersiap mengikuti tahapan debat publik pamungkas yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin 18 November 2024.
Debat Publik Pamungkas Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat tahun 2024 itu rencananya bakal kembali dilaksanakan di Hotel Novena Lembang mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai.
Pada tahapan debat terakhir ini, lima pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung Barat bakal kembali saling beradu ide dan gagasan yang dikemas melalui visi misi, serta program-program terbaiknya, sehingga bisa meyakinkan publik siapa yang layak untuk bisa menjadi pemimpin Bandung Barat dalam 5 tahun ke depan.
Adapun mereka yang bakal saling unjuk gigi, antara lain paslon nomor urut 1 Didik Agus T-Gilang Dirga, nomor urut 2 Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail, nomor urut 3 Hengki Kurniawan-Ade Surdajat, nomor urut 4 Edi Rusyandi-Unjang Asari, dan nomor urut 5 Sundaya-Asep Ilyas.
Salah satu paslon yang memastikan siap menghadapi debat pamungkas malam ini adalah pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Didik Agus T dan Gilang Dirga. Pasangan yang dijuluki DILAN ini mengaku siap dan sudah tidak sabar untuk mengikuti debat terakhir ini,
"Pasangan DILAN sudah menyiapkan persiapan fisik, mental spiritual, dan pendalaman materi bersama tim. Jadi Insya Allah kami sudah siap mengikuti debat," kata calon Bupati Bandung Barat Didik Agus T, Senin 18 November 2024.
Bersama pasangannya calon Wakil Bupati Bandung Barat Gilang Dirga, Didik menegaskan, bakal berupaya tampil sebaik mungkin. Tentunya dengan pengetahuan dan pengalaman selama turun ke masyarakat untuk menampung aspirasi dan belanja masalah.
"Tentu pengalaman di pemerintahan selama 10 tahun akan sangat membantu kami dalam pemahaman masalah yang dibahas dalam debat," tandasnya.
Lebih lanjut, pasangan koalisi yang diusung oleh PKS dan Demokrat ini juga memberikan masukan kepada pihak penyelenggara agar perlu memperbaiki teknis pelaksanaan debat. Sebagaimana debat pertama kemarin ada beberapa pihak yang memberikan masukan.
"Kalau di debat pertama kami alhamdulillah dapat menyampaikan visi-misi program dan gagasan dengan baik, menjawab berbagai pertanyaan dengan baik juga. Tapi kami tidak ingin menilai penampilan paslon lain, biar masyarakat saja yang menilai bagaimana kualitas dan kemampuan pemimpin yang akan mereka pilih," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

