Hanif Faisol Nurofiq Geram Lihat TPS Mandala Krida dan Soroti Minimnya APBD

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq geram saat melihat pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Mandala Krida, Kota Yogyakarta yang dinilainya semerawut. 

Hanif Faisol Nurofiq Geram Lihat TPS Mandala Krida dan Soroti Minimnya APBD
Hanif Faisol Nurofiq menilai, situasi itu mencerminkan ketidakseriusan pemerintahan daerah (Pemda) dalam menangani permasalahan sampah di Kota Pelajar tersebut. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq geram saat melihat pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Mandala Krida, Kota Yogyakarta yang dinilainya semerawut. 

Hanif Faisol Nurofiq menilai, situasi itu mencerminkan ketidakseriusan pemerintahan daerah (Pemda) dalam menangani permasalahan sampah di Kota Pelajar tersebut.

"Pembuangan sampah inii mencemari lingkungan, apalagi dengan kapasitas 300 ton per hari, sampah dari sini ke mana dibuangnya? Harus ada yang bertanggung jawab atas kondisi ini. Jika terbukti ada pelanggaran, saya akan menyeret pihak yang bersalah ke jalur hukum sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008," tegas Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPS Mandala Krida pada Senin, 18 November 2024.

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta terjadi setelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan ditutup pada April lalu.

Dengan demikian, Hanif menyebut Pemda baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi harus segera mencari jalan keluar yang konkret untuk menangani masalah ini.

"Saya kecewa melihat situasi ini dan Pemda tidak boleh membiarkan sampah menumpuk seperti ini. Saya akan memanggil Pemkot Yogyakarta untuk meminta penjelasan detail terkait pengelolaan sampah ini," ketus Hanif Faisol Nurofiq.

Ia menuturkan, dengan anggaran hanya Rp100 miliar, jelas itu tidak cukup untuk menangani sampah di Kota Yogyakarta. Apalagi, jika pengelolaan di hulunya tidak serius

"sampah pasti akan terus menumpuk di TPA kalau sampah rumah tangga dan lainnya tidak dipilah terlebih dahulu," tuturnya.

Ia berjanji akan menurunkan tim penyidik dan pengawas serta penegak hukum lingkungan hidup untuk menyelidiki masalah sampah tersebut. 

Selain itu, Hanif Faisol Nurofiq bakal memastikan langkah penegakan hukum akan diambil terhadap pihak yang terbukti lalai. 

"Saya tidak akan mundur dari penegakan hukum dalam pelanggaran lingkungan hidup. Ini harus ada tersangkanya agar masyarakat mendapat rasa keadilan," tambahnya.

Alumni Universitas Lambung Mangkurat itu juga menyarankan agar pemerintah daerah belajar dari daerah lain yang sukses dalam pengelolaan sampah, seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Banyumas. 


Editor : Doni Ramdhani