Kalsel Bentuk Tim Khusus Tangani Karhutla di 3 Lokasi Prioritas

Pemprov Kalimantan Selatan membentuk tim khusus untuk menangani karhutla di Pengayuan, Liang Anggang, dan Guntung Damar seluas 1.120 hektare.

Kalsel Bentuk Tim Khusus Tangani Karhutla di 3 Lokasi Prioritas
istimewa

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membentuk tim khusus untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi yang menjadi prioritas, yakni Pengayuan, Liang Anggang, dan Guntung Damar di Banjarbaru.

Pembentukan tim khusus tersebut dilakukan menyusul kondisi kebakaran dan kabut asap di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, tim tersebut dibentuk untuk mempercepat pemadaman sekaligus pengendalian kebakaran di tiga kawasan dengan total luas sekitar 1.120 hektare.

Rinciannya, sekitar 700 hektare berada di Pengayuan, 300 hektare di Liang Anggang, dan 120 hektare di Guntung Damar.

Hanif menyampaikan hal tersebut setelah memimpin operasi pemadaman di kawasan Guntung Damar pada Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, ketiga lokasi tersebut memiliki karakteristik lahan yang berbeda sehingga membutuhkan strategi penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

"Ketiga wilayah tersebut membutuhkan strategi penanganan yang berbeda karena kondisi tanah dan karakteristik lahannya tidak sama," kata Hanif.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Utama

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan karhutla berada di kawasan Guntung Damar.

Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan ketebalan sekitar satu hingga tiga meter. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena api dan bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, bara di dalam lapisan gambut masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

Karena itu, proses pemadaman tidak hanya dilakukan dengan menyemprotkan air ke permukaan, tetapi juga harus disertai upaya membasahi kembali kawasan gambut.

Ratusan Pompa Dikerahkan untuk Basahi Gambut

Pemerintah daerah telah mengerahkan ratusan pompa air untuk membasahi kembali kawasan yang memiliki tutupan gambut cukup luas.

Menurut Hanif, proses rewetting atau pembasahan kembali gambut menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi api kembali muncul.

Selain peralatan pemadaman, personel TNI dan Polri juga akan ditambah untuk memperkuat operasi di lapangan.

Pemerintah menargetkan kebakaran di tiga lokasi prioritas tersebut dapat dikendalikan dalam waktu sekitar dua minggu.

karhutla Kalsel Picu Kabut Asap

Penanganan karhutla juga menjadi penting untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Asap akibat kebakaran lahan dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika arah dan kecepatan angin membuat asap bergerak menuju kawasan permukiman.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menilai penanganan karhutla membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, dan masyarakat.

Terlebih, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung sehingga potensi munculnya titik api baru tetap perlu diantisipasi.

Hanif menegaskan persoalan kebakaran dan kabut asap di Kalimantan Selatan harus segera ditangani secara terpadu.

Operasi gabungan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemadaman di Pengayuan, Liang Anggang, dan Guntung Damar sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.***


Editor : JakaPermana