Bukan 7-9 Jam, Ini Cara Mengetahui Durasi Tidur yang Paling Cocok untuk Tubuh
durasi tidur ideal, waktu tidur ideal, kebutuhan tidur, tidur 7-9 jam, kualitas tidur, sleep pressure, ritme sirkadian, jam tidur, pola tidur sehat, cara tidur
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Anjuran Tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam sering menjadi patokan bagi orang dewasa. Namun, kebutuhan Tidur setiap orang ternyata tidak selalu sama. Angka tersebut merupakan kisaran umum berdasarkan kebutuhan populasi, bukan aturan mutlak yang harus dipenuhi setiap individu.
Dr. Tony Cunningham, psikolog klinis sekaligus Direktur Center for Sleep and Cognition di Boston, menjelaskan bahwa kualitas Tidur tidak hanya ditentukan oleh jumlah jam Tidur.
Setiap orang memiliki kebutuhan biologis yang berbeda. Sebagian orang mungkin merasa cukup setelah Tidur sekitar lima jam, sementara orang lain membutuhkan waktu Tidur hingga 10 jam agar dapat berfungsi optimal.
Karena itu, mengetahui kebutuhan Tidur tubuh sendiri menjadi hal penting dibandingkan sekadar mengejar angka tertentu setiap malam.
Dua Faktor yang Menentukan Kualitas Tidur
Menurut penjelasan Cunningham, kualitas Tidur dipengaruhi oleh setidaknya dua mekanisme utama dalam tubuh, yakni Sleep Pressure atau tekanan Tidur dan Ritme Sirkadian.
Sleep Pressure merupakan dorongan untuk Tidur yang semakin kuat semakin lama seseorang terjaga. Mekanismenya dapat dianalogikan seperti rasa lapar. Semakin lama tubuh tidak mendapatkan Tidur, semakin besar dorongan untuk beristirahat.
Sementara itu, Ritme Sirkadian merupakan sistem jam biologis internal yang membantu mengatur siklus Tidur dan bangun sepanjang hari.
Kualitas Tidur akan lebih optimal ketika tekanan Tidur dan Ritme Sirkadian bekerja secara selaras. Sebaliknya, perubahan jadwal Tidur secara drastis dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan membuat Tidur menjadi kurang berkualitas.
Cara Mengetahui Jam Tidur Ideal Tanpa Alarm
Bagi yang ingin mengetahui berapa lama sebenarnya tubuh membutuhkan Tidur, terdapat beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Tetapkan waktu bangun yang konsisten
Menjaga waktu bangun tetap sama setiap hari dapat membantu menstabilkan jam biologis tubuh. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan memaksakan diri Tidur pada waktu tertentu ketika rasa kantuk belum muncul.
2. Pergi ke tempat Tidur saat sudah mengantuk
Jangan memaksakan diri Tidur ketika tubuh belum mengantuk. Jika sudah berada di tempat Tidur tetapi belum tertidur selama sekitar 20 hingga 30 menit, cobalah bangun dan melakukan aktivitas ringan.
Meditasi, membaca atau mandi air hangat dapat dilakukan sampai rasa kantuk kembali muncul.
3. Coba Tidur secara alami saat libur
Waktu libur dapat dimanfaatkan untuk mengamati pola Tidur alami tubuh. Buat kamar menjadi gelap dan tenang, kemudian hindari penggunaan alarm jika memungkinkan.
Biarkan tubuh tertidur dan terbangun secara alami tanpa gangguan.
4. Perhatikan pola waktu bangun
Pada beberapa hari pertama, tubuh mungkin masih berusaha membayar kekurangan Tidur sebelumnya. Karena itu, jangan langsung menjadikan waktu Tidur pada malam pertama sebagai patokan.
Setelah beberapa hari, perhatikan waktu bangun secara alami. Jika tubuh secara konsisten terbangun pada waktu yang relatif sama selama 3 hingga 4 hari tanpa bantuan alarm, pola tersebut dapat menjadi petunjuk mengenai kebutuhan Tidur alami Anda.
Jangan Hanya Terpaku pada Angka
Kebutuhan Tidur tidak bisa ditentukan hanya dengan satu angka yang berlaku untuk semua orang. Selain durasi, kualitas dan konsistensi Tidur juga menjadi bagian penting dari istirahat yang sehat.
Jika seseorang rutin Tidur tetapi tetap merasa sangat mengantuk, kelelahan, atau mengalami gangguan Tidur, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi dengan tenaga Kesehatan dapat membantu mencari penyebab dan menentukan langkah yang tepat.
Intinya, 7-9 jam adalah panduan umum, bukan target yang harus dipaksakan setiap orang. Mengenali pola alami tubuh dan menjaga jadwal Tidur yang konsisten dapat membantu menemukan durasi Tidur yang paling sesuai.***
Editor : JakaPermana

