Studi: Cahaya Biru Ponsel Bukan Penyebab Utama Susah Tidur, Ini Faktanya

Penelitian terbaru menyebut cahaya biru ponsel hanya sedikit memengaruhi waktu tidur. Paparan sinar matahari dan kebiasaan sebelum tidur lebih berperan.

Studi: Cahaya Biru Ponsel Bukan Penyebab Utama Susah Tidur, Ini Faktanya
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Selama bertahun-tahun, cahaya biru (blue light) dari layar ponsel kerap dianggap sebagai penyebab utama gangguan tidur. Namun, penelitian terbaru menunjukkan pengaruhnya terhadap kualitas tidur ternyata jauh lebih kecil dibanding anggapan yang berkembang selama ini.

Berdasarkan tinjauan terhadap sejumlah penelitian, paparan cahaya dari layar ponsel, laptop, maupun tablet hanya menunda waktu tidur sekitar sembilan menit pada kondisi terburuk. Jumlah cahaya biru yang dipancarkan perangkat elektronik juga jauh lebih rendah dibandingkan cahaya matahari sehingga umumnya tidak cukup kuat untuk mengganggu produksi hormon melatonin secara signifikan.

Paparan Cahaya Sepanjang Hari Lebih Berpengaruh

Para peneliti menjelaskan bahwa kualitas tidur lebih banyak dipengaruhi oleh pola paparan cahaya yang diterima tubuh sepanjang hari.

Paparan sinar matahari pada pagi dan siang hari membantu menjaga ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Sebaliknya, pencahayaan yang terlalu terang pada malam hari, baik dari lampu rumah maupun perangkat elektronik, dapat membuat tubuh lebih sulit bersiap untuk tidur.

Karena itu, keseimbangan paparan cahaya sepanjang hari dinilai lebih penting daripada sekadar menghindari cahaya biru dari layar.

Bukan Layarnya, tetapi Aktivitasnya

Penelitian juga menunjukkan bahwa penyebab banyak orang sulit tidur sering kali bukan berasal dari cahaya layar, melainkan dari aktivitas yang dilakukan menggunakan perangkat tersebut.

Bermain media sosial, menonton video, membaca berita, atau bermain gim dapat membuat otak tetap aktif dan terstimulasi sehingga tubuh lebih sulit memasuki fase istirahat.

Dengan kata lain, kebiasaan menggunakan ponsel hingga larut malam lebih berpengaruh terhadap kualitas tidur dibandingkan cahaya biru yang dipancarkan layarnya.

Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas tidur

Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk membantu tubuh mendapatkan tidur yang lebih berkualitas, antara lain:

1. Perbanyak paparan sinar matahari pada pagi atau siang hari.
2. Lakukan aktivitas di luar ruangan secara rutin.
3. Gunakan pencahayaan yang terang pada siang hari untuk membantu menjaga ritme biologis.
4. Redupkan lampu rumah saat malam agar tubuh mulai memproduksi melatonin secara alami.
5. Kurangi penggunaan ponsel dan perangkat digital menjelang waktu tidur agar pikiran lebih rileks.

Apakah Filter cahaya biru Masih Perlu?

Filter cahaya biru pada ponsel maupun kacamata khusus masih dapat digunakan bila dirasa nyaman. Namun, berdasarkan temuan terbaru, manfaatnya kemungkinan lebih berkaitan dengan membantu membangun rutinitas menjelang tidur daripada secara langsung meningkatkan kualitas tidur.

Yang paling penting adalah menciptakan kebiasaan tidur yang sehat, seperti memiliki jam tidur yang konsisten, membatasi aktivitas digital sebelum tidur, serta memastikan tubuh memperoleh cukup cahaya alami pada siang hari.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, kualitas tidur cenderung lebih baik dibanding hanya mengandalkan filter cahaya biru semata.***


Editor : JakaPermana