Studi: Banyak Sereal Anak Tinggi Gula Meski Diklaim Sehat, Orang Tua Perlu Waspada

Penelitian menemukan banyak sereal anak mengandung gula tinggi meski diklaim sehat. Orang tua disarankan membaca label gizi sebelum memilih sarapan.

Studi: Banyak Sereal Anak Tinggi Gula Meski Diklaim Sehat, Orang Tua Perlu Waspada
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Klaim seperti "tinggi serat", "mengandung biji-bijian utuh", atau "dibuat dari bahan alami" kerap menghiasi kemasan sereal anak. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa label tersebut belum tentu mencerminkan kualitas gizi produk yang sebenarnya.

Dalam studi yang menganalisis 103 produk sereal anak di Kanada, para peneliti menemukan rata-rata 30 persen kalori pada produk tersebut berasal dari gula. Bahkan, 96 persen sereal yang diteliti memiliki kandungan gula melebihi batas yang diusulkan oleh otoritas kesehatan Kanada.

Temuan itu menunjukkan bahwa banyak produk yang dipasarkan sebagai pilihan sarapan sehat ternyata masih mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Klaim Sehat Tidak Selalu Berarti Bergizi

Penelitian juga mengungkap bahwa tidak ada satu pun sereal yang dikemas khusus untuk menarik anak-anak yang memenuhi kriteria pemerintah Kanada untuk layak diiklankan kepada mereka.

Meski sejumlah produk mengklaim sebagai sumber serat, vitamin, atau dibuat dari gandum utuh, kandungan gulanya tetap tinggi sehingga manfaat gizinya perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.

Hal ini menjadi pengingat bahwa klaim di bagian depan kemasan tidak selalu menggambarkan keseluruhan nilai nutrisi suatu produk.

Kemasan Menarik Jadi Strategi Pemasaran

Selain kandungan nutrisi, penelitian menyoroti kemasan sebagai alat pemasaran yang sangat efektif.

Produsen banyak menggunakan karakter kartun, tokoh permainan populer seperti Minecraft, hingga maskot lucu untuk menarik perhatian anak-anak. Di sisi lain, klaim kesehatan pada kemasan ditujukan kepada orang tua agar produk terlihat lebih sehat dan layak dipilih sebagai menu sarapan.

Strategi tersebut dinilai mampu memengaruhi keputusan pembelian keluarga meskipun kualitas gizinya belum tentu lebih baik.

Standar Industri dan Pemerintah Berbeda

Penelitian menemukan adanya perbedaan cukup besar antara standar pemerintah dan aturan industri pangan.

Berdasarkan kriteria pemerintah Kanada, tidak ada sereal yang memenuhi syarat untuk dipasarkan kepada anak-anak. Namun, jika menggunakan standar industri, sekitar 69 persen produk masih dianggap layak dipromosikan, meskipun banyak di antaranya tetap mengandung gula dan natrium dalam jumlah tinggi.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa standar pemasaran belum tentu sejalan dengan rekomendasi kesehatan masyarakat.

Orang Tua Dianjurkan Membaca label gizi

Para peneliti menegaskan bahwa kemasan makanan bukan sekadar pembungkus, melainkan bagian dari strategi pemasaran yang dapat memengaruhi pilihan konsumen.

Karena itu, orang tua disarankan tidak hanya memperhatikan klaim seperti "tinggi serat" atau "mengandung vitamin", tetapi juga membaca tabel informasi nilai gizi dan daftar komposisi untuk mengetahui kandungan gula, natrium, serta bahan lainnya.

Dengan memilih produk secara lebih cermat, menu sarapan anak tidak hanya menarik dari segi tampilan, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan dan kesehatan mereka secara optimal.***


Editor : JakaPermana