3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Otak Tetap Tajam dan Kurangi Risiko Demensia

Menjaga kesehatan otak bisa dimulai dari kebiasaan sederhana seperti melatih navigasi, bersosialisasi, dan belajar hal baru untuk mengurangi risiko demensia.

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Otak Tetap Tajam dan Kurangi Risiko Demensia
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Menjaga kesehatan otak tidak selalu membutuhkan latihan yang rumit atau mahal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sederhana yang merangsang otak dapat membantu membangun cadangan kognitif (cognitive reserve), yaitu kemampuan otak untuk mempertahankan fungsinya meski terjadi proses penuaan.

Semakin sering otak diajak berpikir, belajar, dan berinteraksi, semakin besar peluang menjaga daya ingat sekaligus menurunkan risiko gangguan kognitif, termasuk demensia.

1. Latih Kemampuan Navigasi Tanpa Selalu Mengandalkan GPS

Sesekali cobalah mengingat rute perjalanan atau mengenali arah tanpa langsung membuka aplikasi peta di ponsel.

Kebiasaan ini membantu melatih hipokampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori dan navigasi. hipokampus juga merupakan salah satu area pertama yang mengalami perubahan pada penderita penyakit Alzheimer.

Bukan berarti Anda harus menghindari GPS sepenuhnya, tetapi melatih kemampuan mengenali lingkungan secara mandiri dapat menjadi stimulasi yang baik bagi otak.

2. Tetap Aktif bersosialisasi

Berbicara dengan keluarga, berdiskusi dengan teman, atau mengikuti kegiatan komunitas bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan mental, tetapi juga menjaga fungsi otak.

Saat berinteraksi, otak bekerja untuk memahami bahasa, mengingat informasi, merespons lawan bicara, hingga mengendalikan emosi. Aktivitas sosial juga membantu mengurangi stres dan rasa kesepian yang diketahui dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.

3. Terus belajar hal baru

Tidak ada kata terlambat untuk mempelajari keterampilan baru. Membaca buku, berkebun, memainkan alat musik, mengikuti kelas, mempelajari bahasa asing, atau mencoba hobi baru dapat merangsang terbentuknya koneksi antarsel saraf di otak.

Semakin sering otak diberi tantangan baru, semakin baik kemampuannya beradaptasi dan mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Konsistensi Lebih Penting daripada Aktivitas yang Rumit

Para peneliti menilai bahwa menjaga kesehatan otak tidak bergantung pada satu aktivitas tertentu, melainkan pada kebiasaan yang dilakukan secara rutin.

Melatih navigasi, memperluas pergaulan, dan terus belajar merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga daya ingat, memperlambat penurunan fungsi kognitif, serta mendukung kualitas hidup yang lebih baik hingga usia lanjut.

Selain tiga kebiasaan tersebut, menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan mengendalikan tekanan darah serta gula darah juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otak secara menyeluruh.***


Editor : JakaPermana