Sering Lupa dan Sulit Fokus? Kenali Brain Fog serta Cara Efektif Mengatasinya

Brain fog membuat seseorang sulit fokus dan mudah lupa. Kenali penyebab, gejala, serta tips mengatasinya agar otak kembali tajam.

Sering Lupa dan Sulit Fokus? Kenali Brain Fog serta Cara Efektif Mengatasinya

INILAHKORAN.ID-Pernah masuk ke sebuah ruangan lalu tiba-tiba lupa tujuan Anda? Atau mendadak kehilangan fokus saat bekerja maupun berbicara dengan orang lain? Kondisi seperti ini dikenal sebagai brain fog atau kabut otak.

brain fog bukanlah penyakit, melainkan kumpulan gejala yang menunjukkan penurunan fungsi kognitif. Kondisi ini membuat seseorang merasa pikirannya lambat, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan kurang fokus.

Selain dipicu kelelahan dan stres, brain fog juga dapat muncul akibat fase menopause atau perimenopause, efek long Covid, hingga beberapa penyakit autoimun.

Apa Penyebab brain fog?

brain fog terjadi ketika otak mengalami kelelahan akibat berbagai faktor, antara lain:

1. Kurang tidur.
2. stres berkepanjangan.
3. Beban kerja berlebihan.
4. long Covid.
5. Menopause atau perimenopause.
6. Penyakit autoimun.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari.

4 Cara Mengatasi brain fog Menurut Ahli

Pakar kesehatan dari Inggris, Dr. Tharaka, membagikan empat langkah sederhana untuk membantu mengembalikan fokus otak.

1. Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

brain fog bukan tanda kegagalan atau kurang cerdas. Anggap kondisi ini sebagai sinyal bahwa otak membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Jika memungkinkan, kurangi beban pekerjaan, delegasikan tugas, atau mintalah bantuan ketika merasa kewalahan.

2. Buat Rutinitas Harian

Rutinitas yang teratur membantu mengurangi decision fatigue atau kelelahan akibat terlalu banyak mengambil keputusan.

Misalnya, menyiapkan pakaian dan menu sarapan sejak malam sebelumnya agar otak tidak terbebani oleh keputusan-keputusan kecil.

3. Sisipkan Waktu Istirahat

Jangan memaksakan otak bekerja tanpa jeda.

Luangkan waktu sekitar 5–10 menit di sela aktivitas untuk berdiri, berjalan sebentar, melakukan peregangan, atau sekadar minum air putih.

4. Gunakan Pengingat Digital

Manfaatkan aplikasi kalender, catatan, atau reminder di ponsel agar tidak perlu mengingat seluruh jadwal di dalam kepala.

Cara ini membantu mengurangi beban mental sehingga otak dapat lebih fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

Metode SWANS untuk Menjaga kesehatan otak

Selain empat langkah di atas, para ahli juga menyarankan menerapkan metode SWANS.

S – Sleep (Tidur): Tidur selama 7–9 jam setiap malam membantu otak memproses informasi dan memperkuat ingatan.
W – Water (Air): Dehidrasi ringan saja dapat mengurangi konsentrasi. Pastikan tubuh tetap terhidrasi.
A – Activity (Aktivitas Fisik): Berjalan kaki, jogging ringan, atau peregangan membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
N – Nutrition (Nutrisi): Konsumsi makanan bergizi seperti telur, ikan, kacang-kacangan, serta makanan utuh (whole foods) untuk mendukung fungsi kognitif.
S – Stress Management (Kelola stres): Kurangi stres melalui meditasi, latihan pernapasan, atau melakukan hobi yang disukai.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, fungsi otak dapat kembali optimal sehingga konsentrasi, daya ingat, dan produktivitas sehari-hari menjadi lebih baik.***


Editor : JakaPermana