Vitamin D Diyakini Bantu Jaga Kesehatan Otak dan Turunkan Risiko Demensia Lansia

Vitamin D disebut berperan menjaga kesehatan otak dan membantu menurunkan risiko demensia. Ketahui manfaat, sumber alami, serta cara memenuhi kebutuhan.

Vitamin D Diyakini Bantu Jaga Kesehatan Otak dan Turunkan Risiko Demensia Lansia
ilustrasi-net

INILAHKORAN.ID-Vitamin D selama ini dikenal berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.

Namun, berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan vitamin yang dijuluki "vitamin sinar matahari" ini juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan otak, terutama dalam membantu menjaga fungsi kognitif dan menurunkan risiko demensia pada usia lanjut.

Hingga saat ini belum ada terapi yang benar-benar mampu menyembuhkan penyakit demensia maupun Alzheimer. Karena itu, para ahli menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat, termasuk memastikan kebutuhan Vitamin D tetap tercukupi.

Tiga Peran Penting Vitamin D untuk Otak

Vitamin D diketahui berkontribusi terhadap kesehatan otak melalui beberapa mekanisme penting.

1. Melindungi Sel Saraf

Vitamin D memiliki efek neuroprotektif, yakni membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan. Nutrisi ini juga diduga berperan dalam membantu mengurangi penumpukan plak beta-amiloid yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer serta menekan peradangan pada jaringan otak.

2. Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah

Vitamin D membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular sehingga aliran darah menuju otak tetap optimal. Sirkulasi darah yang baik sangat penting untuk memasok oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak agar berfungsi dengan baik.

3. Mendukung Fungsi Kimia Otak

Vitamin D juga berperan dalam membantu produksi berbagai neurotransmiter, yaitu zat kimia yang berfungsi mengatur proses berpikir, daya ingat, suasana hati, hingga kemampuan belajar.

Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D

Memenuhi kebutuhan Vitamin D sebenarnya dapat dilakukan melalui beberapa cara sederhana, antara lain:

Berjemur di bawah sinar matahari sekitar 10–30 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu agar tubuh memproduksi Vitamin D secara alami.
Mengonsumsi makanan kaya Vitamin D, seperti ikan berlemak (salmon dan makarel), kuning telur, serta produk yang telah diperkaya Vitamin D seperti susu, sereal, dan jus tertentu.


Menggunakan suplemen Vitamin D bila diperlukan, terutama bagi lansia, orang yang jarang beraktivitas di luar ruangan, atau mereka yang menjalani pola makan vegan ketat.


Tetap Perlu Konsultasi dengan Dokter

Meski Vitamin D mudah diperoleh dan dijual bebas, penggunaannya tetap harus dilakukan secara bijak. Konsumsi Vitamin D dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek samping, termasuk peningkatan kadar kalsium dalam darah yang dapat memengaruhi fungsi ginjal maupun organ lainnya.

Karena itu, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui kebutuhan Vitamin D sesuai usia, kondisi kesehatan, dan hasil pemeriksaan kadar Vitamin D bila diperlukan.

Dengan memenuhi kebutuhan Vitamin D melalui pola makan seimbang, paparan sinar matahari yang cukup, dan suplemen sesuai anjuran, kesehatan otak diharapkan dapat terjaga sehingga risiko penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut dapat diminimalkan.***


Editor : JakaPermana