Panduan Aman Berjemur Sinar Matahari untuk Memenuhi Kebutuhan Vitamin D
Pelajari cara tepat berjemur untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Temukan durasi ideal, waktu terbaik, dan tips menjaga kesehatan kulit dari UV.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - vitamin D, yang sering disebut sebagai "vitamin sinar matahari," memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, daya tahan tubuh, hingga kesehatan mental.
Sebagian besar kebutuhan vitamin D tidak diperoleh dari makanan, melainkan dibentuk secara alami oleh kulit saat terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari.
Namun, agar manfaatnya optimal tanpa memicu risiko penuaan dini atau kanker kulit, penting untuk memahami tata cara berjemur yang aman.
Waktu Terbaik dan Durasi berjemur
Penelitian menunjukkan bahwa waktu paling efektif untuk memproduksi vitamin D adalah di sekitar tengah hari (pukul 10.00 hingga 14.00), saat posisi matahari berada di titik tertinggi dan radiasi UVB paling intens.
Durasi Singkat: Untuk sebagian besar orang, berjemur selama 5 hingga 15 menit sebanyak 2–3 kali seminggu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
Muka, Lengan, dan Kaki: Cukup paparkan area wajah, tangan, dan kaki tanpa tertutup pakaian tebal.
Faktor yang Memengaruhi Produksi vitamin D
Tingkat vitamin D yang diproduksi tubuh dari sinar matahari dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
Warna Kulit (Melanin):
Pemilik kulit lebih gelap memiliki kadar melanin yang lebih tinggi. Melanin bertindak sebagai tabir surya alami yang menyerap sinar UV, sehingga pemilik kulit gelap membutuhkan waktu berjemur lebih lama dibandingkan pemilik kulit cerah untuk menghasilkan jumlah vitamin D yang sama.
Penggunaan Sunscreen:
Tabir surya dengan SPF tinggi dapat menghambat penyerapan sinar UVB. Untuk pembentukan vitamin D, dianjurkan membiarkan kulit terpapar sinar matahari secara langsung selama beberapa menit awal sebelum mengaplikasikan sunscreen.
Geografi dan Musim:
Wilayah yang jauh dari garis khatulistiwa mendapat paparan sinar UVB yang jauh lebih sedikit, terutama saat musim dingin. Bagi masyarakat di wilayah khatulistiwa seperti Indonesia, sinar matahari dapat diakses sepanjang tahun.
Kaca Jendela:
Sinar UVB tidak dapat menembus kaca jendela. berjemur di dalam ruangan dekat jendela tidak akan membantu produksi vitamin D tubuh.
Mencegah Risiko Kerusakan Kulit
Meskipun sinar matahari kaya akan manfaat, paparan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko sunburn (kulit terbakar) dan kanker kulit. Jika Anda berencana berada di luar ruangan lebih dari 15 menit, selalu gunakan tabir surya (sunscreen) dengan SPF minimal 30, pakaian pelindung, serta topi atau kacamata hitam.
Editor : Firda Rachmawati

