Viral 'Nature’s Botox' di TikTok, Pakar Ungkap Bahaya Bahan Dapur untuk Wajah
Tren nature’s Botox atau Botox alami viral di TikTok. Pakar mengingatkan risiko penggunaan kulit pisang, biji rami hingga lemak sapi pada wajah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Dunia kecantikan kembali diramaikan tren viral di media sosial bernama "nature’s Botox" atau Botox-alami'>Botox alami. Tren ini mengajak pengguna memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah sebagai alternatif perawatan wajah untuk membuat kulit tampak lebih kencang dan menyamarkan kerutan.
Sejumlah bahan yang digunakan dalam tren tersebut cukup beragam. Mulai dari kulit pisang, masker biji rami (flaxseed), hingga lemak sapi dioleskan langsung ke wajah dengan klaim dapat memberikan efek seperti Botox.
Tren nature’s Botox semakin populer di TikTok karena menawarkan perawatan kecantikan dengan biaya murah dan bahan yang mudah diperoleh. Fenomena tersebut juga muncul di tengah meningkatnya minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap perawatan kulit berbahan alami.
Namun, klaim bahwa bahan-bahan tersebut dapat memberikan efek seperti suntik Botox ternyata tidak sepenuhnya benar.
Nature’s Botox Tidak Sama dengan Suntik Botox
Dokter spesialis kulit Dr. Muneeb Shah mengingatkan masyarakat agar tidak begitu saja mempercayai klaim kecantikan yang beredar di media sosial.
Menurutnya, belum ada bahan alami mentah yang terbukti mampu meniru mekanisme kerja Botox, yaitu merelaksasi otot penyebab munculnya kerutan.
Efek kulit terasa lebih kencang setelah menggunakan masker tertentu juga bukan berarti bahan tersebut bekerja seperti Botox. Pada masker biji rami, misalnya, sensasi kulit tertarik dapat terjadi ketika lapisan masker mengering di permukaan kulit.
Dengan demikian, efek tersebut bersifat sementara dan tidak sama dengan mekanisme kerja prosedur medis menggunakan botulinum toxin.
Bahan Alami Belum Tentu Aman untuk Kulit
Popularitas tren nature’s Botox juga memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan penggunaan bahan makanan secara langsung pada wajah.
Bahan yang mengandung asam, termasuk sejumlah buah-buahan, berpotensi mengganggu skin barrier apabila digunakan tanpa memperhatikan konsentrasi dan kondisi kulit.
Penggunaan bahan tertentu juga dapat meningkatkan risiko iritasi dan fotosensitivitas. Dalam kondisi tertentu, paparan bahan yang tidak sesuai bahkan dapat menyebabkan reaksi kulit yang lebih serius.
Karena itu, anggapan bahwa semua bahan alami otomatis aman untuk kulit perlu dihindari.
Lemak Sapi Bisa Memicu Masalah Jerawat
Lemak sapi juga sempat menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam tren perawatan wajah alami.
Namun, penggunaan bahan tersebut pada wajah bukan tanpa risiko. Kandungan asam oleat yang tinggi dapat berpotensi menyumbat pori-pori pada sebagian orang.
Kondisi tersebut dapat memicu atau memperburuk masalah jerawat, terutama pada orang yang memiliki kulit berminyak atau rentan mengalami penyumbatan pori.
Jangan Asal Ikuti Tren Kecantikan di Media Sosial
Fenomena nature’s Botox menunjukkan bagaimana tren kecantikan dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial. Klaim sebelum dan sesudah yang terlihat meyakinkan sering kali membuat masyarakat tertarik mencoba tanpa memahami cara kerja maupun risikonya.
Menggunakan bahan makanan sebagai bagian dari perawatan kulit memang terlihat murah dan sederhana. Namun, bahan yang aman dikonsumsi belum tentu aman ketika diaplikasikan langsung pada kulit.
Sebelum mencoba tren kecantikan viral, penting untuk mempertimbangkan kondisi kulit dan potensi alergi maupun iritasi. Jika ingin mengatasi kerutan atau melakukan perubahan kulit secara signifikan, konsultasi dengan dokter kulit dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
Pada akhirnya, nature’s Botox tidak dapat dianggap sebagai pengganti suntik Botox. Efek sementara yang muncul dari sejumlah masker alami tidak sama dengan hasil prosedur medis yang telah dirancang khusus untuk menangani kerutan.***
Editor : JakaPermana

