20 Ribu Masker Dibagikan untuk Warga Kalsel Terdampak Kabut Asap Karhutla
GAPKI Kalsel bersama DLH membagikan 20 ribu masker untuk warga terdampak kabut asap karhutla dan mengerahkan delapan perusahaan membantu pemadaman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Sejumlah perusahaan di Kalimantan Selatan ikut turun tangan membantu masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan membagikan sebanyak 20.000 masker kepada masyarakat.
Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah untuk mengurangi risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu asap kebakaran.
Dari total masker yang disiapkan, sebanyak 17.500 masker disalurkan melalui DLH dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sementara 2.500 masker lainnya dibagikan secara langsung kepada masyarakat bersama sejumlah instansi terkait.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalimantan Selatan, Hairuddin, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Menurutnya, kondisi udara akibat karhutla membutuhkan penanganan bersama. Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dinilai perlu berkolaborasi untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan.
Selain memberikan bantuan masker, GAPKI Kalimantan Selatan juga menyatakan kesiapannya membantu proses pemadaman karhutla di sejumlah wilayah.
Delapan Perusahaan Sawit Turunkan Tim Pemadam
Sebanyak delapan perusahaan anggota GAPKI telah bergabung dalam tim penanganan kebakaran di lapangan.
Perusahaan-perusahaan tersebut akan menurunkan personel pemadam untuk membantu menangani titik-titik api, khususnya lokasi yang sulit dijangkau oleh tim penanganan kebakaran.
Keterlibatan sektor usaha diharapkan dapat memperkuat penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah dan tim gabungan di Kalimantan Selatan.
Dukungan tersebut diberikan setelah kunjungan dan arahan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol ke pos pemantauan karhutla di Banjarbaru pada 18 Agustus 2026.
Berdasarkan rencana yang telah disiapkan, tim dari perusahaan akan turut aktif dalam penanganan kebakaran mulai 30 Agustus hingga 8 September 2026.
Pemerintah Apresiasi Dukungan Perusahaan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam membantu penanganan karhutla.
Menurutnya, tambahan personel dari sektor usaha dapat memperkuat tim yang selama ini telah bekerja di lapangan.
Kolaborasi tersebut juga dinilai penting karena penanganan karhutla tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman, tetapi juga perlindungan masyarakat dari dampak asap yang ditimbulkan.
Pembagian masker menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap, sementara dukungan personel pemadam diharapkan dapat mempercepat penanganan titik api.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga.***
Editor : JakaPermana

