Polda Jabar Bentuk Satgas Anti-Bullying, Cegah Anak Jadi Korban Rekrutmen Terorisme
Polda Jabar membentuk Satgas Anti-Bullying yang akan ditempatkan langsung di sekolah-sekolah. Uniknya, satgas ini bukan hanya diisi polisi, tetapi juga melibatkan siswa sebagai garda terdepan pengawasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ancaman terorisme kini menyusup hingga ke ruang kelas. Bullying yang selama ini dianggap persoalan internal sekolah, ternyata mampu menyeret anak pada jurang radikalisme dan tindakan ekstrem. Polda Jawa Barat tak ingin terlambat bertindak.
Untuk menutup celah perekrutan kelompok teror pada anak, Polda Jabar membentuk Satgas Anti-Bullying yang akan ditempatkan langsung di sekolah-sekolah. Uniknya, satgas ini bukan hanya diisi polisi, tetapi juga melibatkan siswa sebagai garda terdepan pengawasan.
“Siswa bukan hanya pelajar. Mereka saksi pertama ketika bullying terjadi. Kami jadikan mereka pelapor dini sekaligus agen perubahan di sekolahnya,” tegas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Senin (24/11/2025).
Langkah ini diambil menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang mengungkap realitas memilukan: pelaku adalah korban perundungan. Kasus itu menjadi peringatan keras bahwa tekanan psikologis dapat dimanfaatkan kelompok teror untuk mencuci otak anak yang rentan.
“Bullying bisa menghancurkan mental anak. Dan ketika mereka rapuh, di situlah ancaman radikalisme masuk,” ujar Hendra.
Selain membentuk satgas dan menggandeng OSIS serta Polisi Keamanan Sekolah (PKS), Polda Jabar juga mengajak guru, pemda, hingga Da’i Kamtibmas memperkuat edukasi anti-kekerasan dan literasi digital agar anak tidak mudah terpengaruh propaganda berbahaya.
“Kita harus pastikan sekolah tetap menjadi tempat paling aman bagi anak-anak. Pencegahan harus dimulai sekarang sebelum ada korban lagi,” tutupnya.
Editor : Ahmad Sayuti
