Fenomena Bullying Mengkhawatirkan, Polda Jabar Bentuk Satgas Pelajar untuk Deteksi Dini Kekerasan di Sekolah

Polda Jawa Barat mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus untuk mencegah dan menangani kasus bullying di sekolah. Satgas ini akan melibatkan Humas, Binmas, Unit PPA, serta unsur PKS (Polisi Keamanan Sekolah) dari organisasi OSIS

Fenomena Bullying Mengkhawatirkan, Polda Jabar Bentuk Satgas Pelajar untuk Deteksi Dini Kekerasan di Sekolah
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan

INILAHKORAN, Bandung - Polda Jawa Barat mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus untuk mencegah dan menangani kasus bullying di sekolah. Satgas ini akan melibatkan Humas, Binmas, Unit PPA, serta unsur PKS (Polisi Keamanan Sekolah) dari organisasi OSIS.

Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus perundungan yang berdampak sangat serius pada pelajar, bahkan hingga berujung tindakan berbahaya dan kematian.

“Kapolda Jabar telah memerintahkan Humas, binmas, dan unit PPA akan kita bentuk satgas untuk kita libatkan dari PKS atau polisi keamanan sekolah yang di OSIS dan organisasi di sekolahan itu kita ajak untuk edukasi agar jadi pelapor dari tindakan bullying yang dilakukan di sekolah,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kamis (20/11/2025).

Ia menyebut bahwa efek bullying bisa sangat ekstrem. Di Amerika Serikat, perundungan bahkan memicu kasus penembakan sekolah. Sementara di Indonesia, Hendra menyinggung insiden ledakan yang dilakukan pelajar korban bullying, serta kasus di Sukabumi yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Ternyata akibat bullying itu yang bersangkutan bisa melakukan tindakan senekat itu dan kemarin di beberapa, di Sukabumi ada yang sampai meninggal dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa bullying kini menjadi ancaman serius di lingkungan pendidikan, berdampingan dengan masalah pelecehan seksual oleh oknum guru hingga kekerasan antara murid dan guru.

“Ini memang menjadi sesuatu yang kritis untuk kita antisipasi di era kekinian ini,” kata Hendra.

Dengan satgas baru ini, Polda Jabar berharap adanya sistem pelaporan yang lebih cepat, edukasi yang lebih luas, serta deteksi dini agar kasus perundungan tidak berkembang menjadi tindakan ekstrem di kemudian hari.


Editor : Ahmad Sayuti