Polda Jabar Siap Tanam Jagung 120 Ha di Sumedang, Survei Lahan Tahap Awal Rampung
Polda Jabar mulai mematangkan rencana penanaman jagung tahap pertama dengan melakukan survei kesiapan lahan di wilayah Kabupaten Sumedang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polda Jabar mulai mematangkan rencana penanaman jagung tahap pertama dengan melakukan survei kesiapan lahan di wilayah Kabupaten Sumedang.
Lahan yang disiapkan untuk menanam jagung itu merupakan kawasan milik Perhutani yang akan dimanfaatkan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
Survei dilakukan Polda Jabar di area seluas sekitar 120 hektare yang berlokasi di Jalan Raden Ali Sadikin, Petak 74B, Dusun Pasir Tegal Wangon, Desa Pelabuhan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum penanaman jagung yang dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan depan.
Kepala Biro SDM Polda Jabar Kombes Pol Rafly Samad mengatakan, pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar siap digunakan, baik dari sisi teknis maupun dukungan sumber daya manusia.
“Survei ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan lahan, mulai dari kondisi tanah hingga kesiapan petani yang nantinya terlibat dalam proses penanaman,” kata Rafly Samad saat meninjau lokasi bersama Kabagbinkar Polda Jabar AKBP Condro Sasongko, Senin 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pada tahap awal penanaman, Biro SDM Polda Jabar akan menggandeng petani lokal yang tergabung dalam kelompok tani binaan. Para petani akan dilibatkan secara aktif sejak pengolahan lahan hingga proses penanaman jagung.
“Kami melibatkan petani setempat agar program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Samad, pemanfaatan lahan ini telah didukung kerja sama resmi melalui nota kesepahaman dengan Perhutani, khususnya untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini belum produktif. Selain itu, Polda Jabar juga menyiapkan dukungan permodalan bagi petani, baik melalui investor maupun skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami juga akan melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan agar proses tanam hingga panen berjalan sesuai standar, sehingga hasilnya bisa maksimal,” tambahnya.
Program penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain mendukung swasembada pangan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
“Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan produksi jagung, tetapi juga membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Samad.
Editor : Doni Ramdhani
