Polda Jabar Terapkan Sterilisasi Ketat Gereja Saat Operasi Lilin Nataru
Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabas) menyiapkan strategi pengamanan ketat terhadap gereja-gereja selama pelaksanaan Operasi Lilin dalam rangka Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokus pengamanan ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabas) menyiapkan strategi pengamanan ketat terhadap gereja-gereja selama pelaksanaan Operasi Lilin dalam rangka Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokus pengamanan ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Karo Ops Polda Jabar La Ode Aries El Fathar mengatakan, pengamanan gereja menjadi prioritas utama selain pengamanan arus mudik, arus balik, dan tempat wisata.
“Operasi Lilin ini selain pelayanan kelancaran arus mudik dan balik, titik perhatian utama kita adalah pengamanan, khususnya pengamanan gereja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengamanan gereja dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Sebelum ibadah dilaksanakan, seluruh area gereja wajib disterilisasi oleh tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob.
“Gereja sudah harus steril dulu, dilakukan oleh tim Jibom Brimob, setelah itu baru jemaat boleh memasuki tempat ibadah,” katanya.
Selain sterilisasi lokasi, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap jemaat yang akan masuk ke gereja. Berbagai peralatan pengamanan disiagakan, mulai dari sekat deteksi hingga metal detector.
“Kepada jemaat yang masuk juga kita lakukan pengecekan, kita siapkan sekdor dan metal detector,” jelasnya.
Pengamanan, lanjut La Ode, tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga melibatkan unsur internal gereja. Kepolisian telah membangun komunikasi dengan pengurus dan pemuda gereja untuk bersama-sama menjaga keamanan.
“Pengamanan ini bukan hanya tugas kepolisian, tapi juga tugas internal dari rekan-rekan pengurus gereja,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa setiap gereja akan ditempatkan personel Polri serta pos pengamanan lengkap dengan peralatan pendukung. Selain pengamanan di dalam gereja, polisi juga mengamankan jalur lalu lintas dan area parkir.
“Ada personel Polri, ada pospam yang kita siapkan di sana, termasuk pengamanan jalur dan parkir,” kata La Ode.
Menanggapi isu teror, La Ode menegaskan bahwa pengamanan gereja akan tetap diperketat meskipun tidak ditemukan ancaman bom. Hal tersebut menjadi pengingat agar seluruh personel tetap waspada dan disiplin menjalankan SOP.
“Walaupun tidak ada itu, kita tetap melakukan pengecekan lebih ketat. Ini peringatan bagi kita agar betul-betul hati-hati,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap gereja akan diamankan minimal 10 personel untuk proses sterilisasi, dengan jumlah lebih banyak di pos pengamanan. La Ode pun berharap masyarakat ikut berperan menjaga keamanan.
“Iman mungkin milik kelompok tertentu, tetapi aman adalah milik kita semua,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
