Prancis 4- 1 Belgia: Mr Nonchalant
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
MENJADI pahlawan saat Prancis taklukkan Belgia, Michael Olise tetap dingin. Dia adalah perwujudan dari frasa “Mr. Nonchalant”, pribadi yang tidak peduli pada kebisingan luar.
Ada sebuah pemandangan kontras di bangku cadangan tim nasional Prancis saat mereka menjamu Belgia dalam lanjutan UEFA Nations League di Stade de France, Selasa (6/10) dini hari WIB.
Ketika babak pertama ditutup dengan skor 0-1 untuk keunggulan Belgia akibat gol Dodi Lukébakio, seisi stadion dirayapi kecemasan.
Namun, di pinggir lapangan, Olise justru tertangkap kamera sedang bersantai dengan tenang, meringkuk nyaman di bawah selimut tebal.
Ekspresinya datar, tanpa kepanikan. Tatapan matanya yang dingin seolah mengirim pesan bahwa badai di lapangan belum benar-benar dimulai sebelum ia memijakkan kakinya di rumput.
Ketika pelatih Zinedine Zidane akhirnya melipat selimut itu dan memerintahkannya masuk di babak kedua, dunia menyaksikan bagaimana sebuah “sifat cuek” bertransformasi menjadi magis yang menghancurkan lawan.
Hanya dalam rentang waktu singkat di penghujung laga, bintang muda Bayern Munchen itu membalikkan takdir pertandingan.
Prancis menyamakan kedudukan lewat Désiré Doué, lalu Olise mengawali rangkaian magisnya dengan mengecoh lini belakang Belgia untuk memberikan assist matang bagi gol Rayan Cherki. Skor berbalik 2-1, namun panggung utama malam itu sepenuhnya milik pemuda berusia 24 tahun tersebut.
Pada menit ke-86, Olise menari.
Menguasai bola dari sisi kanan, ia melakukan solo run memukau yang melewati tiga pemain bertahan Belgia sebelum melakukan kombinasi satu-dua yang presisi dengan Doué.
Dengan ketenangan luar biasa, ia melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper. Stade de France bergemuruh, tetapi perayaan Olise tetap sama seperti biasanya: dingin, santai, dan tanpa luapan emosi berlebih.
Seolah belum puas, di masa injury time (menit ke-91), ia kembali berada di posisi yang tepat untuk menyambut umpan Doué di dalam kotak penalti dan menceploskan gol keduanya. Dari tertinggal 0-1, Prancis menutup laga dengan kemenangan telak 4-1 berkat andil masif sang pemain pengganti.
Sosok Michael Olise bukan sekadar tentang statistik hebatnya yang kini telah terlibat langsung dalam belasan gol Prancis di sepanjang tahun 2026. Daya tarik terbesarnya terletak pada kepribadiannya yang unik.
Di era sepak bola modern di mana setiap gol dirayakan secara teatrikal dan penuh tekanan media, Olise adalah antitesis. Dia adalah perwujudan dari frasa “Mr.
Nonchalant”—pribadi yang tidak peduli pada kebisingan luar.
Pemain kelahiran London yang memilih membela tanah leluhur ibunya ini bermain dengan ritme emosinya sendiri. Saat diwawancarai seusai laga oleh media Prancis TF1, jawaban-jawabannya tetap pendek dan bersahaja.
“Saya rasa kami bermain bagus di akhir pertandingan. Ada banyak pemain istimewa di sini dan saya hanya senang bermain untuk tim ini,” ujarnya dengan senyum tipis.
Di bawah asuhan Zinedine Zidane, Olise telah menemukan mentor yang paham cara membebaskan bakat alaminya.
Ketenangan yang ia tunjukkan di bawah selimut Stade de France bukanlah tanda ketidakpedulian, melainkan manifestasi dari rasa percaya diri yang mutlak.
Sementara itu, Zinedine Zidane baru saja meraih kemenangan kandang pertamanya sebagai pelatih Prancis.
Tiga pemain pengganti di babak kedua benar-benar mengubah arah pertandingan. Desire Doue, Rayan Cherki, dan Olise mencetak empat gol dalam rentang 14 menit yang eksplosif untuk mengamankan tiga poin krusial.
Hasil ini memperkuat cengkeraman Prancis di Grup A1.
Tim asuhan Zidane kini unggul tiga poin atas Italia, yang meraih kemenangan 3-1 atas Turki pada malam yang sama.
Legenda Prancis itu cepat memuji seluruh skuad atas komitmen mereka sepanjang jeda internasional.
“Malam ini, inilah sepakbola, inilah yang kami cintai,” kata Zidane, seperti dikutip ESPN.
“Kami menghadapi beberapa kesulitan di babak pertama, tetapi itu bagian dari permainan, ini jenis pertandingan yang sesekali Anda dapatkan. Senang rasanya bisa membereskan keadaan, yang memang kami lakukan, dan kami berhasil memainkan babak kedua yang luar biasa.” (bsf)
DATA FAKTA • Waktu: Selasa (6/10) ; Kick Off Pukul 01.45 WIB • Tempat: Stade de France • Wasit: N Walsh • Man of the Match: Michael Olise • Pencetak Gol: Prancis (Doue 77’, 81’, 88’, 90+1’) ; Belgia (Lukebakio 35’) • Kartu Kuning: Prancis (Lacroix) ; Belgia (Lavia, Van Bommel, Seys) • Kartu Merah: -
Editor : Inilahkoran

